Berbekal Hidup Dengan Membaca al-Qur’an

27 05 2011

Pengajian Riyadul Muhibbin pada hari Jum’at ini 27-05-2011 diisi oleh H. Miftahuddin Ahimy dengan judul tersebut diatas . direncanakan pengajian WNI ini akan dilaksanakan bertempatkan dikediaman bapak Herliyan ade, berikut makalah yang akan disampaikan oleh Penceramah.

Pengertian al-Qur’an

Secara etimologi “Qur’an adalah kata asal dari “qoro’a-yaqro’u-qur’an” yang mempunyai arti himpunan/kumpulan huruf-huruf dan kalimat-kalimat sehingga menjadi sebuah bacaan yang tersusun. Firman Alloh SWT :

إنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وقَرُآنَهُ, فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ

Artinya : “Sesungguhnya tanggung jawab kami untuk mengumpulkannya (al-Quran) di dadamu dan membacakannya untukmu, maka jika kami bacakan Quran itu ikutilah bacaanya”.[2]

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا

Artinya : “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat”[3]

Adapun definisi secara terminologi, banyak ulama yang menguraikannya, namun penulis bawakan salah satunya adalah : Firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad SAW yang pembacaannya merupakan ibadah.[4]

Keistimewaan al-Qur’an

Banyak sekali keistimewaan al-Quran, hal ini diakui bukan saja oleh orang muslim, namun orang non muslim pun mengakuinya, kita tampilkan disini beberapa saja :

  1. Sumbernya dari Alloh SWT.

Sebagaimana kita kemukakan, bahwa al-Qur’an adalah Firman Alloh yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW maka Makna dan Lafadznya adalah murni dari Alloh semata, hal ini sering dinyatakan Quran  pada ayat-ayatnya.  Pada permulaan surat Hud dinyatakan “Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian diperincikan dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu”. Begitu pula dalam Surat as-Syu’ara “Dan sesungguhnya al-Quran itu benar-benar kitab yang diturunkan tuhan pemelihara alam semesta”[5]. Malaikat hanya Jibril sebatas membawa dan menyampaikannya kepada Nabi dan Nabi menghapalkan lalu menyampaikannya pada ummatnya.

  1. Mu’jizat.

Mu’jizat berarti sesuatu melemahkan, yaitu dengan mengumumkan tantangan untuk mendatangkan suatu hal yangsama atau dengan mendatangkan hal yang lebih kuat lagi dari yang ada. Sebagai mana tongkat Nabi Musa yang berubah menjadi ular dan menelan Semua ular-ular Tukang sihir Fir’aun.  Setiap Nabi dan Rosul diberikan mukjizat, hal itu bertujuan untuk menanamkan keyakinan dan bukti pada kaumnya akan kebenaran ajaran yang dibawanya, maka kita katakana disini al-Quran adalah mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Alloh firmankan “Dan jika kalian ragu tentang al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat saja yang semisal al-Quran dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”[6]. Tantangan yang diumumkan al-Quran terdiri dari beberapa pilihan, yaitu untuk membuat satu kitab yang sama atau 10 surat yang sama atau 1 surat yang sama atau kalimat yang sama.

  1. Terjaga keotentikannya.

Tidak seperti Taurat dan Injil yang Alloh jaga hanya pada zaman nabinya yang bersangkutan saja, al-Quran dijaga sepanjang masa dan keadaan, tidak tertambah satu ayat atau kalimat padanya. Sebagaimana firman Alloh “ Sesungguhnya Kamilah yang turunkan al-Qur’an dan Kami juga yang menjaganya”[7]

Membaca al-Quran

Sebagian kelompok mengatakan bahwa al-Qur’an bukan untuk dibaca, namun untuk dikaji dan dipraktekkan dalam kehidupan, kita katakan disini bahwa al-Qur’an untuk dipraktekkan dan dikaji maknanya, namun pembacaannya juga tidak kalah pentingnya dan mempunyai pahala serta kedudukan yang tinggi, hal ini ditandai dengan banyaknya ayat serta hadis yang menganjurkan serta menerangkan fadhilah membaca al-Quran. Hal itu terjadi baik bagi orang yang membaca dan faham apa yang dibacanya ataupun orang yang membaca tapi tidak faham bacaannya.

Di dalam sejarah manusia, belum pernah ditemukan sebuah kitab yang dibaca, dihapalkan dan ditulis baik oleh orang yang mengerti atau yang tidak mengerti kecuali al-Quran, bahkan kadang-kadang orang yang tidak mengerti Bahasa Arab bacaannya lebih bagus daripada orang yang mengerti Bahasa Arab. Ini adalah bukti kebenaran al-Qur’an.

Alloh firmankan : “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.[8]

Marilah kita perhatikan Hadis-Hadis berikut :

  1. Dari Aisyah RA bahwa Nabi SAW bersabda “Orang yang pandai membaca al-Quran itu bersama malaikat-malaikat mulia dan penuh kebaikan, dan orang yang membaca al-Quran terbata-bata serta mengalami kesulitan padanya, maka baginya dua pahala”[9].
  2. Dari Abu Umamah, dari Nabi SAW “Bacalah Al Qur’an karena di hari kiamat ia datang memberi syafaat pada orang yang membacanya”[10]
  3. Dari Ibnu Mas’ud Nabi SAW bersabda “Barang siapa yang membaca satu huruf dari al-Quran maka ia mendapatkan satu kebajikan, dan kebajikan itu dilipatgandakan menjadi 10 pahala, aku tidak katakana “Aliif Laam Miim” itu satu huruf, tetapi tiga yaitu alif satu huruf, lam satu huruf dan miim satu huruf”[11]
  4. Dari Abu Musa al-Asy’ari bahsa Nabi SAW bersabda “Orang mukmin yang membaca al-Quran itu seperti Buah Utrujjah[12], bau dan rasanya enak dan orang mukmin yang tidak membaca al-Quran itu seperti buah Kurma, tidak mempunyai keharuman namun manis rasanya, dan perumpamaan orang munafiq yang membaca al-Quran seperti bunga, Harum baunya pahit rasanya. Dan perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca al-Quran seperti Buah Pare, Tidak mempunyai bau dan pahit rasanya”[13]
  5. Dari Abu Umamah bahwa Nabi bersabda “Tidak dibenarkan iri hati kecuali kepada dua orang; seorang lelaki yang dikaruniai Allah hapalan al-Qur’an maka ia membacanya sepanjang malam dan siang, dan seorang lelaki yang diberi Allah harta lalu ia menginfakkannya sepanjang malam dan siang”.[14]

Membaca al-Qur’an dengan Tartil dan Suara yang Bagus.

Tartil adalah membaca dengan berhati-hati dan tidak terburu-buru, memperjelas bunyi huruf dan menjaga panjang pendek harokat [15]. Nabi SAW membaca al-Quran dengan tartil, hal ini sesuai dengan Firman Alloh “Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan”[16]. Dan dari Ummu Salamah RA “Beliau menjelaskan bagaimana Nabi SAW membaca al-Quran, yaitu dengan membacanya secara diperjelas huruf demi huruf”[17].

Disunnahkan juga untuk membaca al-Quran dengan suara yang bagus dan merdu, karena keindahan al-Quran akan bertambah dengan suara yang bagus pula. Nabi bersabda “Hiasilah al-Quran dengan suara-suara kalian”[18].

Adab Membaca Al Qur’an

  1. Dalam keadaan Suci.
  2. Di tempat yang bersih, yang paling utama di Mesjid.
  3. Menghadap ke kiblat, khusuk dan tenang.
  4. Ketika membaca, mulut, pakaian dan tempat hendaknya bersih
  5. Membaca Ta ‘awwudz.
  6. Bagi orang yang sudah mengerti arti dan maksud ayat-ayat Al Quran membacanya dengan penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat tsb dan maksudnya.
  7. Janganlah diputuskan hanya karena hendak berbicara dengan orang lain.
  8. Berdoa setelah membaca al-Quran.

[1]   Pengajian WNI Riyadul Muhibbin, Jum’at 27 Mei 2011 di kediaman Bapak Herlian, Khartoum Sudan.

[2]   Al-Qiyaamah 17.

[3]   Al-A’rof 204

[4]   Pembahasan-pembahasan Pokok Ilmu Quran, Manna’ul Qatthan hal 15.

[5]   As-Syu’ara 192.

[6]   Al-Baqoroh 23.

[7]   Al-Hijr 09.

[8]    Faathir 29-30.

[9]    Sahih Muslim no 798.

[10]  Sahih Muslim hadis ke 804.

[11]  Sunan Tirmidzi Hadis no 3912. Beliau berkomentar ini adalah hadis baik dan benar kualitasnya.

[12]  Nama Buah sejenis jeruk, manis rasanya dan harum baunya.

[13]  Sahih Bukhari hadist ke : 5247 dan Sahih Muslim hadis ke : 797.

[14]  Sahih Bukhari hadist ke : 5025 dan Sahih Muslim hadis ke : 815

[15]  Bagaimana berinteraksi dengan al-Quran?,Yusuf al-Qordhowi, hal 159.

[16] Al-Muzammil 04.

[17] Sunan Abu Dawud 1466. Sunan Tirmidzi 2924.

[18]   Musnad Imam Ahmad hadis ke 18494.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: