Penerima Beasiswa PBNU Harus Pertahankan Aswaja

22 08 2009

Said Agil: Penerima Beasiswa PBNU Harus Pertahankan Aswaja

Jakarta, NU Online
Kader NU penerima beasiswa ke Timur Tengah diharapkan dapat serius belajar dan terus mempertahankan akidah Ahlussunah Waljamaah. Para calon mahasiswa Al-Azhar ini diharapkan meniru para pendahulu mereka yang menimba ilmu di sana dengan sungguh-sungguh, seperti Abu Bakar Aceh dan Qurais Shihab.

“Para kader NU jangan sampai salah memilih jalan. Mestinya jika mereka rajin, maka empat tahun bisa selesai S1. Namun karena di sana juga banyak godaan dan hiburan, maka para makasiswa harus sangat berhati-hati dan menjaga kedisiplinan dirinya.

Demikian dinyatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siradj, ketika memberikan keterangan tentang keberhasilan enam kader NU yang lolos seleksi ke Al-Azhar Mesir. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan langkah baru dalam kesinambungan traidisi intelektual di lingkungan NU.

Said Agil juga menghimbau agar para kader NU dapat bergaul lebih intens dengan mahasiswa-mahasiswa dari negara lain, khususnya negara Arab. Jika di Mesir mereka selalu bergaul dengan sesama mahasiswa dari Indonesia, Maka akan lama terlalu untuk melancarkan bahasa lisannya.

“Telah sejak lama kader-kader NU menimba ilmu di Al-Azhar Kairo. Kini mereka berhasil mendapatkan beasiswa melalui PBNU sejak sebelum berangkat dari Indonesia. Kita berharap ini akan semakin mempererat hubungan antara Mesir dan Indonesia, khususnya Al-Azhar dan NU,” terang Said, Selasa (30/6).

Lebih lanjut Kiai Said -panggilan akrab KH Said Agil Siradj, menuturkan, Al-Azhar telah lama menjalin hubungan baik dengan pesantren-pesantren di Indonesia melalui pengiriman gugu-guru mereka. Hal inilah yang harus di pertahankan dan ditingkatkan ke depan.

Advertisements




PBNU Kembali Berangkatkan Delapan Kadernya ke Sudan

22 08 2009

PBNU Kembali Berangkatkan Delapan Kadernya ke Sudan

Jakarta, NU Online
Meneruskan nota Embassy of the Republic of Sudan, Jakarta nomor. SEJ/4/1 tertanggal 29 Juni 2009, yang disampaikan melalui Departemen Agama (Depag) Republik Indonesia, Biro Kerjasama Timur Tengah dan Pengembangan SDM kembali mengumumkan nama-nama kader Nahdlatul Ulama (NU) yang lolos belajar ke Sudan, Rabu (22/7).

Kali ini, dari 26 nama-nama yang berhasil mendapatkan Beasiswa untuk belajar di Universitas Afrika Internasional, Sudan, 8 diantaranya adalah kader NU yang mendaftarkan diri melalui Biro Kerjasama Timur Tengah dan Pengembangan SDM. Kedelapan kader tersebut adalah Miftahul Munib Bin Sutarto, Ahmad Sabiqul Himam, Ahmad Taufiqurrahman. Ahmad Sofwan Nur, Fahmi Hasan Nugroho, Alfin Maulana, Ujep Auful Muntaqimin dan Retna Andi Irawan.

Para calon penerima beasiswa ini diterima di Fakultas Syariah dan Fakultas Tarbiyah setelah selama setahun menunggu. Mereka menjalani test seleksi pada hari Kamis, 28 Agustus 2008 untuk rencana pemberangkatan di tahun yang sama. Namun karena suatu kendala, maka mereka baru akan diberangkatkan pada tahun ini.

Adapun persyaratan untuk dapat menindaklanjuti hak atas beasiswa ini, antara lain adalah, calon mahasiswa harus harus memegang paspor sesuai dengan nama ijazah dan akte kelahiran, Keterangan berbadan sehat dari bebagai penyakit menular terutama HIV melalui klinik yang di rekomendasikan oleh Kedutaan Besar Sudan di Jakarta, dan membawa uang untuk pemeriksaan virus HIV sekali lagi setelah di Sudan nanti sebesar US 300 $ (tiga ratus dolar) dan biaya izin tinggal.

Meneruskan keterangan dari Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Machasin, Pelaksana Harian Biro Kerjasama Timur Tengah dan Pengembangan SDM, Muhammad Dawam Sukardi menyatakan, Universitas Afrika Internasional akan membebaskan biaya SPP, akomodasi dan konsumsi selama di dalam asrama.
.
“Selambat-lambatnya tanggal 20 Oktober 2009 para mahasiswa sudah harus tiba di Universitas Afrika Internasional, Sudan. Jika terlambat maka haknya gugur. Depag akan memberikan bantuan tiket pemberangkatan ke Sudan yang diperkirakan akhir bulan September 2009 nanti,” terang Dawam.