Mahasiswa NU Harus Visioner dan Berkarakter

4 05 2009

Mahasiswa NU Harus Visioner dan Berkarakter

Bogor, NU Online
Sebagai komunitas yang memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa, mahasiswa NU harus memiliki visi besar dan karakter dalam membangun masyarakat. Peran sebagai pelopor perubahan harus dimainkan dengan baik dan benar, agar apa yang menjadi idealisme perjuangan selalu tertambat dan tidak lekang oleh waktu.

Demikian ditegaskan oleh Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Surjono Hadi Sutjahjo MS saat tampil sebagai pemateri dalam diskusi yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) IPB di Pesantren Darul Muttaqien Parung Bogor, Ahad (3/5).

Diskusi tersebut digelar sebagai rangkaian Musyawarah I KMNU IPB. Sedangkan tema yang diangkat adalah “Menyemai tradisi, memperkuat kaderisasi untuk menjemput tantangan perubahan.”

Para pemateri lain yang dilibatkan, yakni Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Prof Dr Cecep Kusmana MS, Pengasuh Pesantren Darul Muttaqien KH Mad Rodja Sukarta, dan Kasubdit Pendidikan Dasar Menengah Depag H.Imam Syafi’i M Pd.

“Mahasiswa NU harus memahami dan menginternalisasi esensi dan visi perjuangan, agar menjadi calon pemimpin yang tangguh dan istiqomah,” kata Koordinator Mayor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) Pascasarjana IPB.

Surjono juga menyampaikan betapa pentingan keterbukaan sikap dan luasnya pergaulan sebagai bekal yang dibutuhkan menjadi pemimpin masa depan. “Mahasiswa harus mampu bergaul lintas komunitas. Jangan hanya besar dalam habitatnya saja,” ujarnya.

Prof Cecep Kusmana mengemukakan, mahasiswa NU perlu banyak belajar dari lingkungan untuk menempa karakter dan kecerdasan sosial. “Lingkungan kampus sebagai wahana yang sangat efektif untuk belajar, karena di kampus ada banyak warna aliran, ragam idiologi dan corak gerakan,” terangnya.

Nah, mahasiswa NU jangan hanyut dalam mainstream tersebut. Namun harus mampu memberikan warna sesuai dengan misi dan ajaran ahlusunnah waljamaah yang dianut NU.

KH Mad Rodja Sukarta menambahkan, mahasiswa harus tampil sebagai generasi unggulan dalam arti sesungguhnya. Karena itu, jangan mengenal istilah bercuti dalam berjuang. Jangan pernah berhenti berharap untuk melakukan perubahan dan perbaikan.

“Mahasiswa harus selalu terdepan dalam menjemput tantangan perubahan zaman. Karena itu harus punya visi yang jauh ke depan,” papar mantan aktivis PMII ini.

Sedangkan Imam Syafi’i menyerukan agar mahasiswa NU mempunya keberanian untuk mengambil inisiatif. “Dalam berjuang, kalau kita kurang mempunyai kebiasaan, setidaknya harus punya keberanian. Dengan begitu akan selalu berada di depan.”


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: