Buletin ‘Idul Adha

9 12 2008

Introspeksi Diri

di Hari Raya ‘Idul Adha

Oleh: Irsal

 

            نحن نقص عليك أحسن القصص

 

             Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik. (Qs.Yusuf:3).

     Manusia yang mengerti akan tugas hidup di dunia akan selalu mengambil pelajaran dari apa yang telah ia perbuat pada masa lalunya. Pengalaman adalah guru yang terbaik, begitulah kata pepatah. Kalau kita mau bercermin pada pengalaman, maka kita mempunyai modal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan prestasi. Prestasi bukan hanya sebatas keberhasilan yang didapat, tetapi prestasi adalah keberhasilan dalam menjalankan misi ibadah yang dilakukan secara kontinuitas. Karena tidak sepantasnya bagi seorang muslim terperosok ke jurang yang kedua kalinya. Dalam arti bahwa hidup itu harus hati-hati. Jika kita mempunyai pengalaman menjadi orang miskin dan sekarang menjadi orang yang mempunyai kecukupan harta, maka berempatilah terhadap sesama.

Keberhasilan hidup akan mudah diraih jika kita selalu mengerti dan memahami siapakah diri kita sebenarnya. Semua manusia sama dihadapan Allah, hanya nasib yang membedakan kita. Oleh karena itu, jadikan ketakwaan sebagai prioritas utama dalam segala hal. Dalam hal ini ada suatu kisah yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: “orang kusta, orang botak dan orang buta.” Allah ingin menguji mereka. Maka diutuslah kepada mereka seorang Malaikat, lalu Malaikat itu mendatangi orang yang berpenyakit kusta. Malaikat itu bertanya: “Apa yang paling kamu sukai?” Dia menjawab: “Warna kulit yang baik, dan hilang dariku yang telah membuat orang-orang menjauh dariku.” Maka Malaikat itu mengusapnya sehingga  kotorannya hilang, dan diberinya warna kulit yang baik. Lalu Malaikat itu bertanya lagi, “Harta apa yang paling kamu sukai?” Dia menjawab: “Unta”. Maka diberinya unta betina yang banyak air susunya. Lalu Malaikat itu berkata:    “Semoga Allah memberkahi dengan unta ini.”

  Lalu Malaikat itu mendatangi orang yang botak, Malaikat itu bertanya kepadanya: “Apa yang paling kamu  sukai?” Dia menjawab: “Rambut yang bagus dan hilang dariku yang telah membuat orang-orang menjauh dariku.” Malaikat itu mengusapnya, maka hilang kebotakan itu darinya dan diberi dia rambut yang bagus. Lalu Malaikat itu bertanya lagi: “Harta apa yang paling kamu   sukai?” Dia menjawab: “Sapi”. Maka diberinya dia sapi yang hamil, lalu Malaikat itu berkata: “Semoga Allah memberkati dengan sapi betina ini.” Kemudian Malaikat itu mendatangi orang yang buta, Malaikat itu bertanya: “Apa yang paling kamu sukai?” Orang buta itu menjawab: “Aku ingin Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat manusia.” Lalu Malikat itu mengusapnya. Maka penglihatannya pun kembali pulih kepadanya. kemudian Malaikat itu bertanya lagi, “Harta apa yang  paling  kamu  sukai?”  Dia menjawab:  “Domba”. Maka  diberinya dia seekor domba beranak. Rasulullah SAW bersabda: “Lalu orang yang tadinya berpenyakit kusta itu memiliki unta yang memenuhi lembah, orang yang tadinya botak itu memiliki sapi yang memenuhi lembah, dan orang yang tadinya buta itu memiliki domba yang memenuhi lembah.” Rasulullah SAW bersabda: “Lalu Malaikat itu mendatangi orang yang tadinya berpenyakit kusta dengan penampilan dan rupa orang yang berpenyakit kusta, dia berkata: “Aku adalah orang miskin yang telah kehabisan bekal dalam perjalananku ini, maka aku tidak akan bertahan hidup hari ini kecuali dengan bantuanmu.” Maka dia menjawab: “Aku mempunyai kewajiban yang banyak sekali.” Maka Malaikat yang menjelma dalam rupa orang miskin tadi  berkata kepadanya: “Sepertinya aku mengenalmu, bukankah kamu itu orang yang tadinya punya penyakit kusta? lalu orang menjauhimu  karena jijik dan fakir. kemudian Allah memberimu kekayaan?” Dia menjawab: “Sebenarnya harta ini warisan dari nenek moyangku secara turun temurun. Maka laki-laki miskin itu (Malaikat) berkata lagi: “Apabila kamu bohong, maka Allah akan menjadikanmu seperti keadaan yang semula.”

     Kemudian Malaikat itu mendatangi orang yang tadinya botak itu dengan penampilan orang botak. Lalu dia mengatakan  hal yang sama dengan yang ia  katakan kepada orang yang tadinya berpenyakit kusta. Orang yang tadinya berpenyakit botak menolaknya, sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang tadinya berpenyakit kusta. Maka    Malaikat itu berkata: “Apabila kamu bohong, maka Allah akan menjadikanmu seperti yang semula.” Dan Malaikat itu juga mendatangi orang yang tadinya buta    

 dengan penampilan orang buta, ia berkata: “Aku adalah orang miskin       

yang sedang mengadakan

perjalanan, bekal perjalananku

telah habis, dan aku tidak ber-

tahan hidup hari ini kecuali dengan

bantuan Allah dan bantuanmu. Aku memohon kepadamu dengan yang telah mengembalikan penglihatanmu, untuk memberikan seekor domba biar aku bisa sampai tujuan.” Maka yang tadinya buta itu menjawab: “Aku tadinya adalah orang yang buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku, maka ambilah sesukamu. Demi Allah, tidakkah aku memberimu sesuatu yang aku ambil hari ini kecuali karena Allah.” Maka Malaikat (yang menjelma jadi rupa orang yang buta itu) berkata: “Peganglah hartamu karena yang tadi  hanyalah ujian bagi kalian.” Allah telah meridhaimu, dan Dia telah murka kepada kedua kawanmu (orang yang tadinya berpenyakit kusta dan botak). [HR. Muslim]. 

Allah akan menguji kita dengan     kebaikan dan kejelekan supaya diketahui siapa yang paling baik amalnya. “Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja mengatakan kami telah beriman, padahal mereka belum diuji. Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum kamu, maka Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang yang dusta.” (Qs. Al-’Ankabut: 2-3).

      Apa pun yang kita miliki, semuanya hanyalah titipan dari Allah. Tidak ada hari tanpa selalu mengerjakan yang bermanfaat untuk diri, keluarga juga masyarakat. Itulah cermin pribadi yang sukses. Sukses tidak hanya identik dengan materi, tetapi kesuksesan seseorang bisa dilihat bagaimana ia bisa mempersiapkan amal saleh untuk bekal di hari nanti (akhirat).  “Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan banyak manfaat kepada sesamanya.”  [HR.Bukhari].


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: