20 03 2009

PBNU Curigai Adanya Intervensi Asing pada Konflik di Sudan

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mencurigai adanya intervensi pihak asing pada konflik di Darfur, wilayah barat Sudan. Sebab, konflik yang melibatkan sang Presiden, Omar Al-Bashir, itu sarat kepentingan ekonomi dan politik.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengatakan hal itu kepada wartawan saat menerima Anggota Parlemen Sudan, Sayyid Abdul Mun’im Sunni Ahmad, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (11/3)

Dijelaskan Hasyim, Darfur merupakan salah satu wilayah yang kaya ladang minyak. Sebagian belum dieksplorasi dengan maksimum. “Sehingga banyak pihak ingin memperkeruh suasana di sana,” terang Hasyim.

Tanda-tanda yang menjadi alasan kecurigaan lainnya adalah sikap sejumlah negara Barat yang menuduh Presiden Bashir sebagai penjahat perang dan pelanggaran hak asasi manusia di Darfur.

“Padahal, Bashir itu bergerak di negaranya sendiri. Berbeda dengan Israel yang menginvasi negara lain (baca: Palestina). Berbeda juga dengan Amerika Serikat yang menyerang Irak,” jelas Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Hasyim mengingatkan pada semua pihak, terutama umat Islam, agar mewaspadai hal tersebut. Pasalnya, menurut dia, kasus serupa tidak hanya terjadi pada Presiden Bashir. Banyak pemimpin Islam yang difitnah seperti halnya dialami Presiden Bashir.

“Di Suriah, Presiden Bashar al-Assad dituduh membunuh Khariri. Di Iran, Presidennya, Mahmoud Ahmadinejad, dituduh ingin mengembangkan senjata nuklir. Padahal, nuklir yang dikembangkan negaranya bertujuan damai,” ungkap Hasyim.

Atas dasar itu, PBNU, tegas Hasyim, mendukung sepenuhnya langkah-langkah hukum maupun politik untuk memperkuat posisi Presiden Bashir. Baginya, hal itu bukan sekedar pembelaan terhadap Islam, melainkan juga pada kemanusiaan.

Hal senada dikatakan Sayyid Abdul Mun’im. Ia menyatakan, pertikaian di Darfur hanya persengketaan kecil antarsuku yang dapat diselesaikan secara intern. Bukan pemberontakan politik seperti yang digambarkan media-media Barat.

”Kami ingin masyarakat dunia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di negeri kami. Banyak orang memfitnah dan menuduh kami telah melakukan pembantaian. Padahal, orang-orang negara-negara agresor (AS dan sekutunya), yang sebenarnya melakukan pembunuhan,” ujar Abdul Mun’im.
Pada Rabu (4/2) lalu, Mahkamah Internasional (ICC) mengeluarkan keputusan menangkap Presiden Bashir, dengan tuduhan kejahatan perang dan pelanggaran HAM di wilayah Barat Sudan, Darfur.

Namun keputusan dari Den Haag Belanda itu ditentang Sudan, negara-negara Arab, dan Uni Afrika. Tuduhan tersebut adalah, Basyir secara tidak langsung telah melakukan genosida terhadap warga sipil, penyiksaan, dan perampasan. Bukan hanya itu, ICC juga mengeluarkan tujuh tuduhan lain kepada Basyir. (rif)





20 03 2009

Hasyim: PBNU Dukung Sudan dan Presiden Basyir

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan dukungan warga Nahdliyyin kepada pemerintah Sudan dan Presiden Umar Basyir.

Pernyataan ini dikeluarkan sesaat setelah menerima utusan Sayyid Abdul Mun’im Sunni Ahmad, utusan Presiden Basyir di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (11/3). Hasyim Muzadi berjanji akan menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya kepada masayarakat Islam Indonesia, khususnya warga Nahdliyyin.

Menurut Hasyim, perkembangan ekonomi dan pertumbuhan peningkatan hidup di Sudan memang dapat saja membuat kelompok-kelompok lain menjadi iri dan timbul keinginan untuk menguasai. Sehingga tidak heran jika Sudan mengalami tekanan ekonomi dan politik dari negara lain seperti Barat.

”Terlebih, di wilayah barat Sudan, Darfur, diperkirakan terdapat lading-ladang minyak yang melimpah dan belum dieksplorasi secara maksimal. Sehingga banyak pihak ingin memperkeruh suasana di sana,” terang Hasim.

Pada kesempatan yang sama, Sayyid Abdul Mun’im menyatakan, pertikaian yang terjadi di Darfur hanyah persengketaan kecil antar kabilah yang dapat diselesaikan secara intern. Bukan pemberontakan politik seperti yang digambarkan oleh media-media Barat.

”Kami ingin masyarakat dunia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di negeri kami. Banyak orang memfitnah dan menuduh kami telah melakukan pembantaian. Padahal orang-orang negara-negara aggressor (AS dan seluruh sekutunya)-lah yang sebenarnya melakukan pembunuhan,” terang Abdul Mun’im.

Sebelumnya, Rabu (4/2) lalu Mahkamah Internasional, International Criminal Court (ICC) mengeluarkan keputusan menangkap Presiden Sudan Umar Basyir, dengan tuduhan kejahatan perang dan pelanggaran HAM di wilayah Barat Sudan, Darfur. Namun keputusan dari Den Haag Belanda ini ditentang oleh Sudan, negara-negara Arab, dan Uni Afrika. Tuduhan tersebut adalah, Basyir secara tidak langsung telah melakukan genosida terhadap warga sipil, penyiksaan, dan perampasan. Bukan hanya itu, ICC juga mengeluarkan tujuh tuduhan lain kepada Basyir. (min)





20 03 2009

Ulama Iran Kutuk Pengadilan Pidana Internasional

Tehran, NU Online
Saat menjadi khotib Shalat Jumat di Teheran, tokoh ulama Iran Ayatollah Ahmad Khatami mengutuk surat penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Presiden Sudan Omar Al-Bashir.

“Surat penangkapan ICC yang dikeluarkan terhadap Presiden Sudan membuktikan pemanfaatan berbagai lembaga internasional sebagai alat,” kata Ayatollah Khatami dalam khutbah keduanya di hadapan jamaah yang menunaikan Shalat Jumat di Tehran University.

Ia menyatakan surat penangkapan tersebut termasuk di antara keganjilan pada saat ini. “Pemerintah Israel melakukan kejahatan di Jalur Gaza selama 22 hari, membunuh ratusan perempuan dan anak-anak; orang Amerika melakukan kejahatan di penjara Guantanamo dan Abu Ghraib dan Afghanistan; mereka mengubah rombongan perkawinan jadi bergelimang darah` Den Haag tak mengeluarkan komentar apa pun mengenai itu semua ,” katanya .

” Mahkamah Internasional yang berkantot di Den Haag itu malahan mengeluarkan surat penangkapan terhadap presiden satu negara,” kata Ayatollah tersebut, yang secara tersirat merujuk kepada surat penangkapan terhadap Presiden Sudan.

Dalam khutbahnya di tempat lain, Ayatollah Khatami menyeru Arab Saudi agar menggerakkan dunia Islam guna menentang Israel.

Ia juga menyambut baik gagasan mengenai “Setiap Orang Palestina Satu Suara”. “Gagasan Setiap Orang Palestina Satu Suara akan berhasil menyelamatkan Palestina dari pendudukan,” kata Ayatollah Khatami pada bagian lain khutbahnya.

Pada saat yang sama, ia memuji panduan berharga Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam Konferensi Ke-44 Konferensi Internasional untuk Mendukung Palestina, Contoh Perlawanan, dan Gaza, Korban Kejahatan dan juga keberhasilan penyelenggaraannya.

Konferensi Teheran memperlihatkan Iran adalah bagian inti dunia Islam dan dengan penuh kasih sayang memusatkan perhatian pada dunia yang tertindas.

“Kita tak dapat menganggap tujuan kita dan dunia Muslim tidak saling berhubungan; itu lah yang dikatakan oleh Undang-Undang Dasar, yang bersumber pada agama, dan agama kita,” katanya.

Sementara itu Ketua Majlis Iran Ali Larijani, yang sedang berkunjung ke Sudan, mengatakan di Khartoum bahwa putusan ICC terhadap Presiden Sudan Omar Al-Bashir memperlihatkan dominasi ideologi AS.

Larijani mengatakan kepada wartawan setibanya di ibukota Iran tersebut, “Dikeluarkannya putusan itu memperlihatkan bahwa AS ingin melanjutkan kebijakan lamanya di dalam era baru.”

Ia merujuk kepada pembantaian ribuan orang dalam perang Irak dan mengatakan satu negara dengan catatan kejahatan yang demikian panjang terhadap umat manusia tak berhak mengeluarkan putusan semacam itu. (rep/dar)





20 03 2009

Pengadilan Kriminal Internasional Perintahkan Penangkapan Presiden Sudan

Den Haag, NU Online
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) hari Rabu mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Sudan Omar al-Beshir karena kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan di Darfur, kata seorang jurubicara ICC.

Namun, surat perintah penangkapan itu tidak mencakup tuduhan genosida, yang juga disebut-sebut oleh Jaksa Luis Moreno-Ocampo, kata jurubicara Laurence Blairon kepada wartawan di pengadilan yang berlokasi di Den Haag itu.

“Hari ini, dewan satu pra-sidang Pengadilan Kriminal Internasional… mengeluarkan sebuah surat perintah penangkapan terhadap presiden Sudan karena kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan,” kata Blairon.

Ia mengatakan, surat perintah penangkapan itu berisikan tujuh tuduhan — lima kejahatan atas kemanusiaan dan dua kejahatan perang.

Kejahatan-kejahatan itu mencakup pembunuhan, pemusnahan, pemindahan paksa, penyiksaan, pemerkosaan, serangan yang diperintahkan dengan sengaja terhadap penduduk sipil dan penjaharan.

PBB mengatakan, lebih dari 300.000 orang tewas sejak konflik meletus di wilayah Darfur, Sudan barat, pada 2003, ketika pemberontak etnik minoritas mengangkat senjata melawan pemerintah yang didominasi orang Arab untuk menuntut pembagian lebih besar atas sumber-sumber daya dan kekuasaan.

Moreno-Ocampo menuduh Beshir secara pribadi memerintahkan pasukannya melenyapkan tiga kelompok etnik — Fur, Masalit dan Zaghawa.

Jaksa mengatakan, 2,7 juta orang diusir dari rumah-rumah mereka, 100.000 orang diantaranya tewas karena hal-hal yang berkaitan dengan pengusiran itu, seperti kelaparan.

Meski belum ada tanggapan segera dari Khartoum mengenai surat perintah penangkapan itu, Beshir mengatakan Selasa bahwa ia akan menganggap surat semacam itu sebagai tidak berarti. “Keputusan Pengadilan Kriminal Internasional tidak berarti bagi kami,” katanya Selasa.

Blairon mengatakan, jika Sudan tidak mematuhi surat itu, maka mereka akan mengajukan masalah tersebut ke Dewan Keamanan PBB.

Liga Arab telah mengungkapkan kekhawatiran mengenai “konsekuensi-konsekuensi berbahaya jika sebuah surat perintah penangkapan dikeluarkan pada saat Uni Afrika juga mendesak Dewan Keamanan PBB menghentikan proses pengadilan itu”.

Pengumuman ICC itu disampaikan sehari setelah Jaksa Luis Moreno-Ocampo, yang meminta pengadilan tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Beshir tahun lalu, menyatakan, ia memiliki bukti kuat yang memberatkan pemimpin negara terbesar Afrika itu dan lebih dari 30 saksi.

ICC tidak memiliki wewenang untuk memberlakukan surat perintah penangkapan yang mereka keluarkan, namun para tersangka bisa ditangkap di wilayah negara-negara yang menandatangani perjanjian Roma mengenai pembentukan pengadilan tersebut. (ant/mad)





20 03 2009

Lakpesdam NU Sudan Adakan Diskusi Rutin Tiap Malam

Jum’at

Khartoum, NU Online
Silaturrahmi dan peningkatan wawasan menjadi program penting Lakpesdam NU Sudan. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah diskusi rutin setiap malam Jum’at yang dikemas dalam suasana ringan tapi serius berjudul Pesan (Perbincangan Santai)

Pada acara yang digelar hari Kamis (26/2) malam waktu Sudan, diskusi mengangkat tema yang lagi hangat diperbincangkan di dunia, yaitu “Darfur, Antara Konflik dan Perdamaian”. Acara ditempatkan di Wisma Nahdliyyah Khartoum Sudan.

Koordinator Lakpesdam NU Sudan Miftahuddin Ahimy menjelaskan, acara seperti ini menjadi program penting sebagai wahana komunikasi dan berbagi informasi dan perndapat atas peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di masyarakat.

Selain para aktifis NU, sejumlah polisi yang bertugas di United Nation Mission in Sudan (UNMIS) juga hadir untuk menyampaikan fakta yang mereka alami di lapangan. Berbagai sumber informasi ini menjadikan diskusi tidak berjalan sefihak. saja.

Diskusi yang berjalan cukup alot akhirnya berhasil menyimpulkan upaya yang perlu dijalankan untuk mengatasi konflik, diantaranya adalah Sudan memerlukan satu sosok pemimpin kuat yang bisa dipatuhi di Darfur sehingga mampu memberikan arahan dan petunjukan yang benar dan dipatuhi. Selain itu, diperlukan sebuah tatanan masyarakat baru yang mampu menghindari konflik dan menjaga perdamaian.

Peserta diskusi juga mengusulkan, jika upaya perdamaian lewat jalur hukum susah dicapai, pendekatan agama perlu dikedepankan karena adanya fakta bahwa penduduk Darfur yang sebagian besar beragama Islam sangat teguh memegang ajaran agama. (mad)





20 03 2009

Sudan Tolak Mahkamah Internasional

Khartoum, NU Online
Pemerintah Sudan kembali menegaskan penolakan totalnya untuk berurusan dengan Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC). Sudan merasa bukan anggota ICC.

Hal itu dinyatakan Sudan setelah ICC mengumumkan bahwa pada 4 Maret akan mengeluarkan putusan permintaan surat penangkapan bagi Presiden Sudan Omar Hassan Al-Bashir, Senin (24/2).

“Sudan bukan anggota ICC. Jadi ICC tak memiliki mandat atas Sudan,” kata Wakil Menteri di Kementerian Urusan Luar Negeri Sudan Mutrif Sidiq.

Dikatakannya, Departemen Kehakiman Sudan mampu mewujudkan keadilan dan menyeret ke pengadilan siapa saja yang melanggar hukum. “Sudan tidak memaafkan kekebalan. Independensi Departemen Kehakiman Sudan dilakukan sejak pertama ada,” kata pejabat itu.

Sebagian media Barat, seperti Washington Post dan New York Times melaporkan, para hakim ICC siap mengambil keputusan guna mengeluarkan surat perintah penangkapan atas Sidiq. Ia didakwa atas pemusnahan suku bangsa dan kejahatan perang.

Sidiq menuduh media tersebut membocorkan keputusan ICC terhadap Sudan dan hanya ditujukan untuk merusak kestabilan di negeri itu. Ia kembali menyatakan bahwa berbagai upaya pemerintah Sudan guna mewujudkan perdamaian di negeri tersebut takkan goyah oleh itikad buruk semacam itu. (inl)





20 03 2009

Harlah ke-83 NU di Sudan Diisi Istighosah Doakan Rakyat Palestina

Khartoum, NU Online
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-83 Nahdlatul Ulama (NU) di Sudan diisi dengan istighosah untuk mendoakan rakyat Gaza, Palestina, yang sedang menghadapi agresi militer Israel. Acara yang diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa NU setempat itu digelar di Wisma Nahdliyyah, Makmuroh Murobba, Khartoum, Jumat (16/1) kemarin.

Selain sejumlah petinggi PCINU setempat, istighosah tersebut juga dihadiri, Syeikh Muhammad Sulaiman Muhammad Ali (Sekjen Dewan Dakwah Kementrian Wakaf), dua ulama Sudan Syeikh Sirrul Khotim dan Syeikh Sulaiman Usman Ali serta Abu Ubadah (Ketua Perkumpulan Pemuda Palestina di Sudan).

Ketua PCINU Sudan, Abdul Wahab Naf’an, dalam sambutannya menekankan pentingnya pesan persatuan umat Islam. “KH Hasyim Muzadi (Ketua Umum Pengurus Besar NU) mengajak kepada semua pemimpin umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu, terutama pihak Hamas dan Fatah. Semoga pesan ini bisa didengar oleh umat Islam semuanya,” terangnya.

Pada Selasa (13/01) lalu, PCINU Sudan menggelar unjuk rasa menentang agresi militer Israel di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 1.100 orang dan melukai sekira 5000 warga sipil. Unjuk rasa itu juga diikuti dua duta besar (dubes) negara sahabat di Sudan, antara lain, Dubes Mesir dan Dubes Iran. (nus/rif)





20 03 2009

NU Sudan Buka Kursus Bahasa Arab untuk WNI

Khartoum, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan membuka kursus Bahasa Arab untuk Warga Negara Indonesia (WNI) di negara itu. Hal tersebut sejalan dengan tuntutan banyak kalangan profesional yang ingin mendalami Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar di Sudan.

Kursus yang kelas perdananya dimulai pada Sabtu (10/1) lalu itu, secara teknis dilaksanakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Sudan. Kelas digelar selepas waktu salaht ashar di Wisma Nahdliyyin, Arkawit, Khartoum.

Koordinator Lakpesdam NU Sudan, Miftahuddin Ahimy, mengatakan, Bahasa Arab merupakan bahasa resmi di negara itu. Karena itu, pihaknya berupaya memfasilitasi mereka yang berikeinginan belajar bahasa Arab.

“Lakpesdam merasa sangat berbahagia dapat menjalani amanat ini serta berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program baik ini,” ujar Miftahuddin seraya menambahkan bahwa di luar dugaan, kelas pedana itu dihadiri banyak WNI, khususnya kalangan pekerja profesional.

Tutor pada kursus tersebut, di antaranya, Dr H Badrus Salam Shof MEd, Nurhasan MEd, Abul Ma’aaly Ahmad MEd dan Mirwan Akhmad Taufiq BS. Dalam pembahasannya, Nurhasan menyampaikan beberapa unsur penting dalam pengajaran dan penguasaaan bahasa Arab. (rif)





20 03 2009

PCINU Sudan Gelar Zikir Bersama Doakan Rakyat Palestina

Khartoum, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan akan menggelar zikir bersama untuk mendoakan keselamatan rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza, yang sedang mengalami gempuran militer Israel.

Acara yang merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir ke-83 NU itu akan dilaksanakan di Wisma Nahdiyah, Ma’muroh, Blok 63, Khartoum, Sudan, pada Jumat, 16 Januari 2009 mendatang.

Dijadwalkan hadir pada kesempatan itu, di antaranya, Kementerian Wakaf pemerintah setempat, para ulama Sudan, mustasyar PCINU serta Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritria.

“Kami berharap dengan terlaksananya Harlah ke-83 NU ini, menjadikan eratnya hubungan antara masyarakat Indonesia yang berada di Sudan dengan rakyat serta pemerintah Sudan sehingga mereka lebih mengetahui ritual NU yang sebenarnya,” ujar Ketua Panitia, Muhammad Shohib Rifa’i. (rif)





MENENGOK SEJARAH

3 01 2009

Masruchin: Menengok Sejarah

 

Beberapa akhir tahun belakangan ini, orang-orang di seluruh dunia merayakan sebuah pesta yang masing-masing dari perayaan itu ada sejarahnya yang menyebabkan kenapa harus dirayakan. Kita sering bertemu dengan Natal yang jatuh pada 25 Desember, dan di susul dengan Tahun Baru Masehi yang pasti datang pada tiap awal tahun. Dari sela-sela keduanya sering kita temukan hari-hari yang cukup bersejarah, baik sebelum atau sesudah 2 hari yang pasti itu, yaitu Hari Raya Idul adha, Tahun Baru Hijriah bahkan pernah hampir berbarengan dengan Hari Raya Idul Fitri atau Ramadhan. Pada tahun 2008 ini di bulan Desember sebelum Natal ada Idul Adha dan di pertengahan Natal dan Tahun Baru Masehi datang Tahun Baru Hijriah. Bulan Hijriah tidak akan tiba pada musim yang sama dengan Tahun Masehi kecuali setelah 33 tahun, seperti Ramadhan yang tiba pada 1 Januari 1999 sama dengan Tahun Hijriahnya.

 

Natal, ini hanya dirayakan oleh orang Kristen saja sebagai hari besar mereka untuk penghormatan kepada Nabi Isa as, yang menurut kepercayaannya bahwa Nabi Isa as, telah di bunuh dan di salib oleh orang Yahudi Roma, akan tetapi semuanya di tentang oleh Allah dalam Firmannya :

”dan kerena ucapan mereka :”sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam,Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka……Tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa kepad-Nya. Dan Allah adalah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (Q.S. An-Nisa : 157, 158)

Ayat ini adalah sebagai bantahan terhadap anggapan orang-orang Yahudi, bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa as. Akan tetapi Allah telah menggantikannya dengan orang yang serupa dengan Nabi Isa as.

Dan jelas bagi orang muslim dilarang mengikuti perayaan Natal, meskipun kita percaya dengan adanya Nabi Isa as, sebagai Nabi utusan Allah. Sahabat Umar bin Khattab RA pernah berkata : “Janganlah kalian mengunjungi kaum musyrikin di gereja-gereja (rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka”. Kemudian dia berkata lagi : “Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka”.

 

Tahun Baru, dalam kehidupan masyarakat ada dua Tahun Baru yaitu : Tahun Baru Masehi yang dikenal oleh masyarakat seluruh dunia dan dijadikan kalendar umum mereka, dan Tahun Baru Hijriah yang secara khusus hanya terkenal dalam masyarakat dan dunia Islam. Awal tahun baru Masehi sering dirayakan oleh orang non Islam di negara-negara Barat, dan banyak orang bahkan hampir di seluruh dunia merayakannya, baik itu Negara Islam maupun bukan, sehingga tanpa mereka sadari atau tidak, sudah menjadi sebuah tradisi.

 
Jika kita lihat sejarah penetapan 1 Januari sebagai Tahun Baru Masehi, bermula pada abad 46 Sebelum Masehi (SM). Ketika itu Kaisar Julius Caesar membuat kalender Matahari, yang dinilai lebih cocok dari pada kalender-kalender lain yang pernah dibuat sebelumnya. Sebelum Caesar membuat kalender Matahari, pada abad 153 SM, Janus
Dewa Roma yang menetapkan awal tahun itu yang dengan dua wajahnya, Janus mampu melihat kejadian di masa lalu dan masa depan. Dialah yang menjadi simbol kuno resolusi (sebuah pencapaian) Tahun Baru. Bangsa Roma berharap dengan dimulainya tahun baru, kesalahan-kesalahan di masa lalu dapat dimaafkan, sebagai simbol penebus dosa, yang ditandai dengan tukar kado (pada waktu itu).

Dan sekarang bermacam-macam acara diadakan untuk menyambut dan memeriahkan kedatangan tahun baru itu dengan pesta pada malam 1 Januari, pesta makan minum, diiringi dengan nyanyian, tarian dan lain-lainnya sambil menanti detik-detik jam 12 malam sebagai tanda pergantian tahun yang diiringi teriakan, sorakkan orang ramai atau kembang api. Dan masih banyak lagi simbol-simbol untuk merayakan tahun baru tersebut.

Dari situ bisa dikatakan bahwa tahun baru masehi awalnya merupakan suatu ritual Bangsa Yahudi Roma, dan bahkan dianggap sebagai penebus dosa.

Setelah melihat sejarahnya, marilah kita lihat dalil-dalil dari al-Qur’an, Hadits dan atsar-atsar yang shahih yang melarang untuk mengikuti orang-orang kafir di dalam hal yang menjadi ciri dan kekhususan mereka.

Allah berfirman : “Dan orang-orang yang tidak menyaksikan az-zuur”.(Q.S. Al-Furqan : 72)

Sebagian ulama seperti Ibnu Sirin, Mujahid dan Ar-Rabi’ bin Anas menafsirkan kata “Az-Zuura” (di dalam ayat tersebut) sebagai hari-hari besar orang kafir.

Dalam hadits yang shahih dari Anas bin Malik RA, dia berkata, Saat Rasulullah SAW datang ke Madinah, mereka memiliki dua hari besar untuk bermain-main. Lalu beliau bertanya, “Dua hari untuk apa ini?”. Mereka menjawab :”Dua hari di mana kami sering bermain-main di masa Jahiliyyah”. Lantas beliau bersabda :“Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian dua hari yang lebih baik dari keduanya yaitu Idul Adha dan Idul Fitri”.

Namun sangat disayangkan masih banyak di antara kaum muslimin yang meniru perayaan mereka. Bahkan ada yang ikut serta merayakan hari raya mereka. Di antaranya ada yang memberikan ucapan selamat atau ikut meramaikannya dengan berbagai acara seperti meniup terompet pada malam tahun baru dan yang semisalnya. Serta memasang hiasan-hiasan di rumahnya pada saat perayaan mereka.


Tahun Baru Hijriah, kata-kata Hijriah dipakai oleh orang Islam sebagai calendar untuk menentukan hari kebesaran Islam. Kalendar ini merupakan kalendar yang berasaskan bulan sebagaiman Masehi, dan mempunyai kira-kira 354 hari setahun. Kalendar Tahun Hijriah adalah hasil dari ilham sahabat Umar Al-Khatab RA. Kalendar ini juga mengambil peristiwa hijrah Rasullullah s.a.w dari Makkah ke Madinah. kerana dengan hijrah inilah permulaan pertolongan Allah kepada Rasul-Nya dan agama Islam ditegakkan yang menghasilkan kesatuan Arab lebih sistematik dan tersusun serta mendapatkan berbagai kejayaan besar yang kemudian dikuatkan dengan hasil dari sahabat Umar bin Khattab tersebut.


Dalam sejarah juga dikatakan bahwa Gubernur Abu Musa Al-As’ari telah mengirimkan surat kepada Sahabat Umar bin Khattab r.a untuk meminta penjelasan tentang tahun bagi surat Umar yang telah diantar kepadanya. Yang kemudian Sahabat Umar bin Khattab menetapkan satu kalendar Islam sebagai patokan kalendar yang digunakan oleh bangsa-bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain pada zaman itu yang berdasarkan falak syar’ie. Hasil dari peristiwa tersebut mulailah ditetapkan 1 Muharam untuk tahun Hijriah yang bersamaan dengan 16 Juli 622 Masehi.


Sebelum muncul kalendar Islam, bangsa Arab sendiripun mempunyai kalendar yang digunakannya seperti Kalendar Tahun Gajah, Kalendar Persia, Kalendar Romawi dan kalendar-kalendar lain yang berasal dari tahun peristiwa-peristiwa besar Jahiliah. Maka Umar telah memilih tahun yang terdapat di dalamnya peristiwa paling agung dalam sejarah Rasullullah s.a.w untuk dijadikan dasar permulaan tahun pertama bagi kalendar Islam yaitu bulan Muharam, kerana kemuliaan yang ada pada bulan ini di sisi orang Islam lebih-lebih lagi di sisi Allah.

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah R.a katanya: bersabda Rasul s.a.w: “paling mulia puasa setelah Ramadhan adalah bulan Muharram dan paling afdol sholat setelah sholat fardhu adalah qiamullail”. Hadits ini menunjukan kepada kita agar berpuasa di bulan Muharam, yang mana pada waktu itu Nabi melihat penduduk Madinah berpuasa pada tanggal 10 Muharam, padahal hari tersebut adalah hari kebesaran kaum Yahudi, maka Rosul memerintahkan untuk berpuasa 1 hari sebelumnya agar tidak menyerupai dengan kaum Yahudi, berdasarkan hadits dari Ibn Abbas r.a katanya : “Rasulullah berpuasa pada hari Asyura dan menyeru agar berpuasa pada hari itu. Lalu para sahabat berkata : “wahai Rasulullah! Sesungguhnya hari itu adalah hari kebesaran Yahudi dan Nasrani”. Lalu Rasulullah bersabda : “apabila tahun depan diizinkan Allah, kita akan berpuasa pada hari ke Sembilan”. Berkata Ibn Abbas : “belum sempat tahun tiba,Nabi telah meninggal Dunia”. (Riwayat Muslim). Anjuran tersebut mempunyai arti dibelakangnya sebagai larangan jika kita hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharam saja, karena menyerupai dengan kaum Yahudi. Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda : “barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia adalah termasuk di antara mereka. (Riwayat Abu Daud).

 

Dalam bulan Muharam ini juga ada sebuah larangan sebagaimana Firman Allah : “mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Muharam. Katakanlah :”berperang pada bulan itu adalah dosa besar, tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah…” (Q.S. Al-Baqarah : 217), pada waktu itu ada persengketaan antara kaum Qurayis dengan kaum muslimin, kemudian Nabi mengutus sahabat Abdullah bin Jashy Al Asadi sehingga terbunuhya seorang bangsa Quraisy Amru ibn Hadrami. Dari situlah Allah melarang peperangan pada bulan Muharam.

 

Dari keterangan di atas, ada sebuah pesan didalamnya. Sebuah larangan untuk tidak menyerupai atau meniru bahkan mengikuti orang-orang non muslim -sebagaimana hadits di atas- meskipun tidak terkait dengan relegius secara khusus. Namun sebagian kalangan memberikan batasan pada hal-hal yang memang terkait dengan agama saja yang diharamkan, sedangkan pada hal-hal lain yang tidak terkait dengan ritual agama, maka tidak ada larangan. Misalnya dalam perayaan tahun baru, hal ini tidak terkait dengan ritual agama, karena orang-orang merayakannya bukan di dalam rumah ibadah, juga bukan perayaan agama.

 

Jika kita lihat dari segi sejarahnya, maka tahun Baru Masehi hanya mengikuti budaya Yahudi Roma yang menurut mereka sebagai penebusan dosa. Berbeda dengan sejarah Tahun Baru Hijriah, yang memberi pelajaran dari aspek social dimana hubungan penduduk Madinah dengan kamu Muhajirin sehingga terbentuklah piagam Madinah, sehingga tidak ada lagi permusuhan baik sesame muslin atau non muslim. (jika kita tiba di Madinah, akan merasakan kenyamanan dan ketenteraman penduduknya, berbeda dengan di Makkah). Dari persatuan atau ukhuwah yang terjalin, terciptalah struktur Ekonomi yang biasa disebut dengan hubungan secara material berkembang baik. Yaitu dengan menghilangkan trasidi Riba, Korupsi dan perbuatan yang merugikan orang lain serta menguntungkan pribadi, sehingga terciptalah ekonomi Islam yang menjamin kestabilan dan keadilan. Dari situlah terlihat perubahan pada kaum Ansor dan Muhajirin yang merupakan suatu hidayah bagi keimanan mereka yaitu pencerahan dari zaman Jahiliyah kepada masa yang gemilang bagi umatnya (Muhammad SAW).

 

Akan tetapi tidak hanya sedikit orang Islam yang ikut merayakan Tahun Baru Masehi dengan bentuk yang kurang bermanfaat seperti pesta-pesta yang terkadang menyebabkan kekacauan dan kemaksiatan, dan melupakan Tahun Baru Hijriah yang sangat besar perjuangannya, yaitu perjuangan Nabi dalam Hijrahnya dari Makkah ke Madinah.

 
kita sebagai umat Islam yang bukan orang Barat, perlu rasanya kita mengevaluasi dan berkaca diri terhadap perayaan malam tahun baru Masehi yang tidak ada tuntunannya dari Qur’an dan Sunnah Nabi, yang juga tidak ada keuntungannya secara moril maupun materil untuk merayakannya. Bahkan yang ada adalah pemborosan atau menghambur-hamburkan harta untuk merayakannya dengan pesta, sehingga menjadi sebuah tradisi yang tidak ada tuntunannya atau sekedar ikut-ikutan bangsa Timur yang sedang mengalami degradasi pengaruh pola hidup Barat yang disebut pola hidup Western.

 
Dengan pertimbangan di atas, sebaiknya sebagai muslim kita tidak perlu mentradisikan acara apapun, meski tahajud atau mabit atau sejenisnya secara massal di tahun baru Masehi. Jika ingin mengadakan, sebaiknya hindari untuk dilakukan pada malam tahun baru, agar tidak terkesan sebagai bagian dari perayaan, meski belum tentu menjadi haram hukumnya.

 

 





PKS Jadi Mainan Baru Amerika

31 12 2008

Gus Iim: PKS Jadi Mainan Baru Amerika

Jakarta, NU Online
Pengamat politik internasional KH Hasyim Wahid (Gus Iim) menyatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), salah satu partai politik berbasis Islam yang mulai berkembang di Indonesia hanyalah mainan baru Amerika Serikat.

Dikatakannya, keadaan dunia berubah pasca perang dingin. Dunia menjadi kawasan pasar bebas sehingga dikehendakilah masyarakat yang pro pasar. Sementara kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap terlalu nasionalis untuk bisa menyesuaikan diri dengan pasar bebas. ”Maka dimunculkanlah Islam baru yang namanya PKS, yang lebih sesuai dengan pasar global,” katanya.

Gus Iim berbicara dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk NU dalam Konstalasi Politik Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau IKA-PMII di aula gedung PBNU Jakarta, Kamis (18/12).

Menurut adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, sebagai organisasi yang berjenjang global, PKS terpolarisasi dalam beberapa kelompok. “Di dalamnya memang retak-retak. Yang satu berkiblat ke Departemen Luar Negeri Amerika, satu lagi terkait dengan DI/TII tapi semuanya Amerika juga,” katanya.

Menurut Gus Iim, reformasi Indonesia sebenarnya tidak ada. Yang ada hanyalah peristiwa penjatuhan Soeharto oleh Amerika Serikat. Menurutnya, pasca perang dingin Amerika sudah tidak perlu lagi “centeng” di beberapa negara, termasuk Soeharto.

“Gelombang demokratisasi itu sebenarnya tidak ada. yang ada adalah cerita bahwa Amerika sedang sibuk membawa pembaharuan pengelolaan ekonomi di negara kaya minyak dan mineral,” katanya.

Bersamaan dengan itu kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap sudah tidak dibutuhkan.

Dikatakannya, sebelumnya memang dimunculkan dikotomi Islam tradisionalis dan Islam modernis. Islam yang tradisionalis dalam hal ini diwakili oleh Nahdlatul Ulama (NU) disingkirkan. Kelompok yang identik dengan kaum sarungan ini dianggap tidak layak turut serta dalam pembangunan ekonomi sehingga dianggap tidak berhak mendapatkan akses.

Namun, lanjut Gus Iim, meski tak mendapat akses langsung, kelompok tradisionalis bergerak dan berkembang terus. Anak-anak dari kelompok sarungan ini belajar berbagai macam disiplin ilmu, selain ilmu keagamaan, sehingga bisa beraktifitas di mana-mana.

”Orang sekarang kaget melihat orang NU paling rapak ilmunya,” katanya. ”Betapa NU tumbuh dengan luar biasa, tanpa fasilitas negara. Sekarang kalau ada anak NU berusia 30, kalau dikasih kesempatan akan bisa melobi negara di dunia manapun.”

Dalam hal pengembangan teknologi informasi, tambahnya, orang akan kaget melihat peringkat dalam www.alexa.com, situs pemantau rating website seluruh dunia, dimana media informasi NU Online





Khutbah Idul Adha 1429 H

9 12 2008

Khutbah Idul Adha 1429 H

KBRI Khartoum Sudan

Wisma Duta, Senin 8 Desember 2008

Oleh: Azizan Fitriana

الله أكبر (x9)

الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا   لا إله لا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، واعز جنده، وهزم الأحزاب وحده

لا إله إلا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه، ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهد الله فهو المهتد، ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا، أشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم

وبارك على محمد وعلى ىل محمد، كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم

فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون.

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. أما بعد

Kehadiran kita pagi ini bersamaan dengan kehadiran sekitar empat juta jamaah haji dari segala penjuru dunia yang sedang menyelesaikan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Suara mereka bertaut dengan suara kita, sambung-menyambung di angkasa raya dalam pujian, takbir, tahlil dan tahmid. Ini karena kita semua disatukan dalam nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT, yakni nikmat Iman dan Islam.

Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir masa

Allahu Akbar 3X WaliLlahilhamdu.

Kaum Muslimin RahimakumuLlah.

Pada pagi ini kita bersama-sama memperingati hari yang agung, hari yang istimewa dalam peredaran hidup manusia, hari yang mampu menggugah memori kolektif kita atas perjuangan Rasulullah SAW, dan pengorbanan hidup sang khalilurrahman, Ibrahim AS.

yaitu  ketika ALLAH S.W.T MEMERINTAHKAN beliau untuk MENYEMBELIH ANAK KESAYANGANNYA NABI ISMAIL A.S. SUATU PERINTAH YANG AMAT SUlit DILAKSANAKAN, sebuah perintah yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan hati nuraninya sebagai ayah.

Namun NABI IBRAHIM A.S MELAKSANAKAN PERINTAH ALLAH S.W.T  INI DENGAN PENUH KEYAKINAN DAN KETABAHAN HATI SERTA KEIKHLASAN SEMATA-MATA KERANA ALLAH. KEIKHLASAN INI, MENGATASI PERASAAN RASA SAYANG TERHADAP ANAKNYA SENDIRI.  BEGITU PULA ANAKNYA ISMAIL A.S DENGAN RELA HATI MENYERAHKAN DIRINYA UNTUK DISEMBELIH DEMI MENJUNJUNG PERINTAH ALLAH S.W.T.   

 

MUSLIMIN-MUSLIMAT YANG DIMULIAKAN

 

INILAH PENGORBANAN YANG AMAT TINGGI YANG TELAH DITUNJUKKAN OLEH NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL ALAIHIMASSALAM DALAM SEJARAH kehidupan MANUSIA, KERANA MENDAULATKAN PERINTAH ALLAH S.W.T  kepada MEREKA TANPA sedikitpun RASA RAGU. 

MELIHATKAN IKHLASAN NABI IBRAHIM A.S. ITU MAKA ALLAH S.W.T  MENERIMA AMALANNYA dan digantilah Ismail dengan SEEKOR KIBAS.

                                      الصافات: ١٠٧ – ١١٠

Dan kami tebus ismail dengan seekor sembelihan yang besar, dan kami abadikan peristiwa ini untuk generasi setelahnya, kesejahteraan atas Ibrahim, demikianlah kami member balasan kepada orang-orang yang berbuat baik

Keagungan pribadi nabi Ibrahim dan keteguhannya dalam melaksanakan dawuh Allah SWT, membuat kita harus mampu mengambil keteladanan darinya.

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia” (QS 60:4).

Banyak hal yang harus kita teladani dari Nabi Ibrahim dan keikhlasannya untuk berkorban  untuk kita aplikasikan dalam realitas kehidupan, apalagi bagi kita, kaum muslimin bangsa Indonesia yang masih harus terus berjuang untuk mengatasi berbagai persoalan besar yang menghantui kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Salah satu hikmah terpenting dari pengorbanan Ibrahim yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan bangsa saat ini, yaitu semangat dan keikhlasan untuk berkorban. Semangat untuk berkorban dengan tanpa pamrih. Apalagi saat ini kita menyaksikan betapa bangsa dan negara kita tengah dilanda berbagai cobaan yang seperti tak pernah mau henti.

Belum lagi kita bisa bangun dari hantaman krisis moneter, gelombang bencana alam datang silih berganti.  Di mulai dari tsunami, kemudian disusul gempa bumi yang ngantri satu persatu ingin mengguncang seluruh pelosoK tanah air, kemudian banjir, tanah longsor, dan  lumpur panas yang masih mengganas.

Belum juga kita bisa bangkit dari ketrpurukan akibat bencana alam, sebuah bencana baru datang lagi, sebuah bencana berskala global.

Globalisasi dan kapitalisme yang semula menghembuskan angin kemajuan Ilmu dan Teknologi serta kemapanan ekonomi, kini sedang memuntahkan sampahnya, yaitu dengan adanya ancaman global warming (pemanasan global) dan munculnya krisis ekonomi global.

  ﯿ                                                           الروم 41

telah nampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jaln yang benar….

 

COBAAN DAN MUSIBAH TIDAK HANYA MENGHANCURKAN SENDI-SENDI BANGUNAN FISIK BANGSA KITA

MORAL DAN BUDAYA BANGSA KITA IKTU PORAK PORANDA

FILM-FILM INDONESIA SUDAH BERANI MENGOBRAL ADEGAN MESUM SECARA TERBUKA

TONTONAN YANG DAHULU TIDAK BOLEH DILIHAT ANAK-ANAK ITU, SEKARANG BUKAN HANYA DILIHAT, TAPI BAHKAN DIPERANKAN OLEH ANAK-ANAK

AKIBATNYA TERJADI PERGESERAN NILAI DAN NORMA SOSIAL YANG HEBAT

PERZINAHAN DIANGGAP BIASA SAJA

pergaulan bebas dan seks pra nikah sudah menjadi pemandangan yang lumrah

Kebejatan moral seperti itu masih diperparah oleh perilaku SEBAGIAN ELIT bangsa yang bobrok.

korupsi, manipulasi, penipuan dan penyalahgunaan jabatan MASIH MEMBUDAYA.

IRONISNYA, HAMPIR SEMUA PELAKUNYA ADALAH MEREKA YANG BERPECI, BAHKAN TAK SEDIKIT YANG BERGELAR HAJI

 

mAKA SUNGGUH BENAR APA YANG DITAKUTKAN RASULULLAH SAW;

 

إذا اقترب الزمان كثرت التجارة وكثر المال وعظم رب المال وكثرت الفاحشة وكثر النساء وجار السلطان ويكثر أولاد الزنا حتى إن الرجل ليغشى المرأة على قارعة الطريق … أو كما قال رسول الله ( الطبراني) ‏

 

Apabila akhir zaman semakin dekat maka jayalah dominasi perdagangan, harta kekayaan melimpah, para pemilik modal diagungkan, kemesuman merajalela, perempuan smakin banyak, penguasa berbuat zalim, membiaknya anak-anak zina, sampai-sampai orang bisa menyetubuhi perempuan di tengah jalan, (HR, Thabrani)

 

Disinilah semangat, dan jiwa-jiwa pengorbanan Ibrahim sedang kita butuhkan

semangat itu harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat, dari semua tingkatan

Semangat berkurban terutama harus ditunjukkan oleh para pemimpin dan kaum elit negeri ini. Mereka harus segera menunjukkan kesungguhannya untuk membenahi negeri dengan penuh tanggung jawab.

كل راع مسئول عن رعيته

 

Mereka harus berani berkorban dengan jabatannya demi rakyat, bukan mengorbankan rakyat demi jabatan.

mereka harus berani berkorban di atas kursinya demi rakyat, bukan berjuang di atas rakyat demi kursi.

begitu juga para pejabat, pamong praja, pengemban amanat ummat

mereka harus sadar, bahwa jabatan adalah amanat

dan penyalah gunaan jabatan, atau kelalaian dalam tugas adalah pengkhianatan kepada umat

 

Apalagi saat ini kita tengah menyongsong pemilu

Maka kita harus MENCARI pemimpin berjiwa Ibrahim, pemimpin yang tidak bertindak otoriter, pemimpin YANG menjunjung nilai-nilai demokratis, tidak selalu memberikan perintah-perintah, tetapi juga harus mendengarkan aspirasi rakyatnya,

seperti yang di teladankan Ibrahim ketika bertanya kepada anaknya sebelum menyembelihnya:    

MEMILIH PEMIMPIN HARUSLAH HATI-HATI

KARENA KESALAHAN DALAM MEMILIH PEMIMPIN, AKIBATNYA AKAN KEMBALI KEPADA KITA

APABILA KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG BURUK, MAKA BURUKLAH NASIB KITA

67) ) وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلاَ

68) ) رَبَّنَا ءَاتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا     )الأحزاب: 66-68)

“ Dan mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan kebenaran. Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.

 

Pilihlah pemimpin yang bukan pemimpi

Dan jangan pilih pemimpi jadi pemimpin

 

 

Semangat berkorban juga harus ditunjukkan oleh rakyat

Dengan kerelaannya untuk dipimpin

Untuk selalu loyal dan patuh kepada pemimpin

meskiipun terkadang berbeda pendapat

Rakyat yang membawa jiwa-jiwa Ismail

Ketika berkata        ﰍﰎ              

duhai ayah laksanakan apa yang telah diperintahkan, insya allah aku termasuk orang-orang yang sabar

 

rakyat yang mau diajak berjuang bersama-sama

bukan rakyat yang hanya bisa menuntut

sbagaimana rakyat musa, ketika sudah dikaruniai manna dan salwa, mereka menuntut yang lebih

                                               البقرة: ٦١

ketika mereka berkata: wahai musa, kami tidak akan pernah puas hanya dengan satu macam makanan, maka berdoalah kepada tuhanmu supaya dia mengeluarkan bagi kami apa yang tumbuh dari bumi; yaitu syur mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya dan bawang merahnya…

 

namun ketika mereka diajak berjuang, mereka berkata

                المائدة: ٢٤

pergilah engkau bersama tuhanmu wahai musa, dan berperanglah kamu berdua, kami hanya duduk menanti disini saja…

 

tapi, jadilah rakyat rasulullah saw, para sahabat, saat peperangan badar, mereka berkata:

pergilah engkau bersama allah wahai muhammad, dan kami akan berjuang bersama kalian.

 

selalu ikut berperan aktif dalam pembangunan

kalaupun kebetulan ia berada pada posisi berseberangan dengan pemimpin, ia akan memberikan kritik konstruktif, bukan kritik destruktif

 

partisipasi rakyat dalam pemilu, juga merupakan pengorbanan yang bernilai pahala

karena pemilu merupakan rukun iman kenegaraan yang harus di imani oleh setiap warga negara

ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

 

aLLAHU AKBAR 3X WALILLAHILHAMDU

 

Jiwa-jiwa pengorbanan, lebih-lebih harus dimiliki oleh para kader bangsa

Para mahasiswa, calon pemimpin masa depan

Mereka harus mengorbankan masa mudanya untuk berkarya nyata

Menjauhi aktivitas-aktivitas mengumbar kesenangan dan gelora darah mudanya

Untuk selalu giat berkreasi bukan ber-rekreasi

UNTUK MENJADI SOLUSI, BUKAN MENJADI POLUSI

BUKAN HANYA PANDAI ORASI, TAPI JUGA GIAT BERAKSI

Yang selalu peka pada isu-isu aktual seperti global warming

Bukan yang terlena didepan film gombal warning

Yang selalu buka mata buka telinga, bukan yang tertawa lebar didepan tayangan empat mata

 

menjaga citranya sebagai insan akademis

dengan selalu mengoptimalkan peran strategisnya sebagai agen of change bukan agen of chengeng

tidak menenggelamkan dirinya dalam ROMANTISME

PERCINTAAN GAYA REMAJA YANG SERING KALI BERAKHIR PADA SATU PERTANYAAN, ADA APA DENGAN CINTA?

KALAUPUN HARUS BERCINTA, IA TIDAK AKAN MEMILIH jalan CINTA ALA HOLLYWOOD, TETAPI jalan CINTA ALA HOLY BOOK (kitab suci), YANG MENJUNJUNG AYAT-AYAT CINTA, DAN MENEMPATKANNYA SESUAI AJARAN ILAHI, sampai BERAKHIR PADA SATU TITIK SUCI: KETIKA CINTA BERTASBIH.

 

Allahhu Akbar 3x wa lillahilhamdu

 

Maka seyogyanya, ibadah haji, peringatan idul adha dan pelaksanaan ibadah korban tidak dipahami sebagai rentetan ritual manasik mahdloh saja, tetapi harus dipahami sebagai pengejawantahan manasik social yang bisa dirasakan melalui karya nyata sarat manfaat, demi terwujudnya islam Rahmatan lil’alamin.

sebagai pribadi muslim, hendaknya, setiap perayaan hari raya

dimanfaatkan untuk muhasabah, melihat diri sendiri

sudah ada perubahankah pada diri kita

dari yang buruk menjadi baik

dari baik menjadi lebih baik

bagaimana kualitas keimanan kita

bagaimana salat kita

semakin dekatkah kita dan keluarga kita dengan allah

jika tidak demikian, maka hari raya tetap akan menjadi hari raya, sebuah rutinitas kosong tanpa makna

Demikian halnya ibadah korban, bukan semata-mata menyembelih hewan korban. Sebab Allah berfirman

                                  

Sekali-kali tidak akan sampai daging dan darah hewan korban itu kepada Allah, tapi Ketaqwaan kalianlah yang akan sampai kepadaNya.

 

Tapi harus ada usaha untuk mengambil hikmah dan suri tauladan yang telah di wariskan oleh Ibrahim dan Ismail Alihimassalam

 

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

واستغفروا ربكم إنه كان غفارا

 

 

 

 

 

 

 

 

الله أكبر (x7)

الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا   لا إله لا الله وحده، ولا نعبد إلا إياه، ولو كره المشركون، ولو كره الكافرون لا إله إلا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستهديه، ونستغفره ونتوب إليه، ونؤمن به، ونتوكل عليه، ، أشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.

فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

Dalam konteks dunia Islam saat ini, pengorbanan umat Islam di berbagai belahan dunia terlihat nyata di Palestina, Kashmir, Thailand Selatan, dan Philipina Selatan. Dengan sikap dan keyakinan mereka terhadap Islam, mereka harus mengalami berbagai penyiksaan dan penindasan oleh penguasa. Umat Islam di Palestina menjadi gambaran betapa pengorbanan yang dipikul sangat berat. Mereka mengalami penyiksaan, penganiayaan, dan bahkan blokade di kawasan Jalur Gaza oleh Israel laknatullah. Maka Apa yang bisa persembahkan untuk mereka. Mungkin tangan-tangan kita tidak bisa menolong mereka, tapi kita masih punya lisan untuk menyuarakan dukungan solidaritas, kita punya hati untuk memanjatkan doa bagi mereka

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا ىيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اللهم فصل على محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم وسلم تسليما كثيرا

 

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأحياء منهم والأموات

اللهم اغفر لنا ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا وثبت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين

اللهم اغفر لنا ولوادينا وارحمهم كما ربونا صغارا

اللهم اهد المسلمين 3

اللهم اهد بنا واهد الناس جميعا واجعلنا سببا لمن اهتدى

 

اللّهمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الإيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

اللهم وفقنا إلى فعل الخيرات وترك المنكرات

اللهم إنا نسألك ونتوجه اليك أن تنصر الإسلام وتعز المسلمين , اللهم أعلّ بفضلك كلمتى الحق والدين،  اللهم احفظ بلادنا إندونسيا ووالسودان وسائر بلاد المسلمين من الخرب و الدمار، اللهم اهد حكامنا إلى ما تحبه وترضاه , اللهم إنا نسئلك أن تجمعهم على دينك , وان توحّد بين صفوفهم تحت راية قرآنك ومنهجك نبيك , 

 

اللهم انصر إخواننا المسلمين، اللهم انصر إخواننا المجاهدين، إنهم قتلوا وشردوا وأخرجوا من ديارهم وأموالهم

اللّهمَّ أَعِزَّ الإسْلاَمَ وَالمسلمين وَأَذِلَّ الشِّرْكَ والمشركين وَدَمِّرْ أعْدَاءَ الدِّينِ وَاجْعَلْ دَائِرَةَ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ يا ربَّ العالمين

 

اللهم فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ إنَّكَ رَبُّنَا عَلَى كلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ يَا رَبَّ العالمين

 

ربنا عليك توكلنا وإليك أنبنا وإليك المصير

رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

 

إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون، ولذكر الله أكبر





Buletin ‘Idul Adha

9 12 2008

Introspeksi Diri

di Hari Raya ‘Idul Adha

Oleh: Irsal

 

            نحن نقص عليك أحسن القصص

 

             Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik. (Qs.Yusuf:3).

     Manusia yang mengerti akan tugas hidup di dunia akan selalu mengambil pelajaran dari apa yang telah ia perbuat pada masa lalunya. Pengalaman adalah guru yang terbaik, begitulah kata pepatah. Kalau kita mau bercermin pada pengalaman, maka kita mempunyai modal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan prestasi. Prestasi bukan hanya sebatas keberhasilan yang didapat, tetapi prestasi adalah keberhasilan dalam menjalankan misi ibadah yang dilakukan secara kontinuitas. Karena tidak sepantasnya bagi seorang muslim terperosok ke jurang yang kedua kalinya. Dalam arti bahwa hidup itu harus hati-hati. Jika kita mempunyai pengalaman menjadi orang miskin dan sekarang menjadi orang yang mempunyai kecukupan harta, maka berempatilah terhadap sesama.

Keberhasilan hidup akan mudah diraih jika kita selalu mengerti dan memahami siapakah diri kita sebenarnya. Semua manusia sama dihadapan Allah, hanya nasib yang membedakan kita. Oleh karena itu, jadikan ketakwaan sebagai prioritas utama dalam segala hal. Dalam hal ini ada suatu kisah yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: “orang kusta, orang botak dan orang buta.” Allah ingin menguji mereka. Maka diutuslah kepada mereka seorang Malaikat, lalu Malaikat itu mendatangi orang yang berpenyakit kusta. Malaikat itu bertanya: “Apa yang paling kamu sukai?” Dia menjawab: “Warna kulit yang baik, dan hilang dariku yang telah membuat orang-orang menjauh dariku.” Maka Malaikat itu mengusapnya sehingga  kotorannya hilang, dan diberinya warna kulit yang baik. Lalu Malaikat itu bertanya lagi, “Harta apa yang paling kamu sukai?” Dia menjawab: “Unta”. Maka diberinya unta betina yang banyak air susunya. Lalu Malaikat itu berkata:    “Semoga Allah memberkahi dengan unta ini.”

  Lalu Malaikat itu mendatangi orang yang botak, Malaikat itu bertanya kepadanya: “Apa yang paling kamu  sukai?” Dia menjawab: “Rambut yang bagus dan hilang dariku yang telah membuat orang-orang menjauh dariku.” Malaikat itu mengusapnya, maka hilang kebotakan itu darinya dan diberi dia rambut yang bagus. Lalu Malaikat itu bertanya lagi: “Harta apa yang paling kamu   sukai?” Dia menjawab: “Sapi”. Maka diberinya dia sapi yang hamil, lalu Malaikat itu berkata: “Semoga Allah memberkati dengan sapi betina ini.” Kemudian Malaikat itu mendatangi orang yang buta, Malaikat itu bertanya: “Apa yang paling kamu sukai?” Orang buta itu menjawab: “Aku ingin Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat manusia.” Lalu Malikat itu mengusapnya. Maka penglihatannya pun kembali pulih kepadanya. kemudian Malaikat itu bertanya lagi, “Harta apa yang  paling  kamu  sukai?”  Dia menjawab:  “Domba”. Maka  diberinya dia seekor domba beranak. Rasulullah SAW bersabda: “Lalu orang yang tadinya berpenyakit kusta itu memiliki unta yang memenuhi lembah, orang yang tadinya botak itu memiliki sapi yang memenuhi lembah, dan orang yang tadinya buta itu memiliki domba yang memenuhi lembah.” Rasulullah SAW bersabda: “Lalu Malaikat itu mendatangi orang yang tadinya berpenyakit kusta dengan penampilan dan rupa orang yang berpenyakit kusta, dia berkata: “Aku adalah orang miskin yang telah kehabisan bekal dalam perjalananku ini, maka aku tidak akan bertahan hidup hari ini kecuali dengan bantuanmu.” Maka dia menjawab: “Aku mempunyai kewajiban yang banyak sekali.” Maka Malaikat yang menjelma dalam rupa orang miskin tadi  berkata kepadanya: “Sepertinya aku mengenalmu, bukankah kamu itu orang yang tadinya punya penyakit kusta? lalu orang menjauhimu  karena jijik dan fakir. kemudian Allah memberimu kekayaan?” Dia menjawab: “Sebenarnya harta ini warisan dari nenek moyangku secara turun temurun. Maka laki-laki miskin itu (Malaikat) berkata lagi: “Apabila kamu bohong, maka Allah akan menjadikanmu seperti keadaan yang semula.”

     Kemudian Malaikat itu mendatangi orang yang tadinya botak itu dengan penampilan orang botak. Lalu dia mengatakan  hal yang sama dengan yang ia  katakan kepada orang yang tadinya berpenyakit kusta. Orang yang tadinya berpenyakit botak menolaknya, sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang tadinya berpenyakit kusta. Maka    Malaikat itu berkata: “Apabila kamu bohong, maka Allah akan menjadikanmu seperti yang semula.” Dan Malaikat itu juga mendatangi orang yang tadinya buta    

 dengan penampilan orang buta, ia berkata: “Aku adalah orang miskin       

yang sedang mengadakan

perjalanan, bekal perjalananku

telah habis, dan aku tidak ber-

tahan hidup hari ini kecuali dengan

bantuan Allah dan bantuanmu. Aku memohon kepadamu dengan yang telah mengembalikan penglihatanmu, untuk memberikan seekor domba biar aku bisa sampai tujuan.” Maka yang tadinya buta itu menjawab: “Aku tadinya adalah orang yang buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku, maka ambilah sesukamu. Demi Allah, tidakkah aku memberimu sesuatu yang aku ambil hari ini kecuali karena Allah.” Maka Malaikat (yang menjelma jadi rupa orang yang buta itu) berkata: “Peganglah hartamu karena yang tadi  hanyalah ujian bagi kalian.” Allah telah meridhaimu, dan Dia telah murka kepada kedua kawanmu (orang yang tadinya berpenyakit kusta dan botak). [HR. Muslim]. 

Allah akan menguji kita dengan     kebaikan dan kejelekan supaya diketahui siapa yang paling baik amalnya. “Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja mengatakan kami telah beriman, padahal mereka belum diuji. Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum kamu, maka Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang yang dusta.” (Qs. Al-’Ankabut: 2-3).

      Apa pun yang kita miliki, semuanya hanyalah titipan dari Allah. Tidak ada hari tanpa selalu mengerjakan yang bermanfaat untuk diri, keluarga juga masyarakat. Itulah cermin pribadi yang sukses. Sukses tidak hanya identik dengan materi, tetapi kesuksesan seseorang bisa dilihat bagaimana ia bisa mempersiapkan amal saleh untuk bekal di hari nanti (akhirat).  “Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan banyak manfaat kepada sesamanya.”  [HR.Bukhari].





Pemberangkatan Jamaah Haji NU

5 12 2008

PCINU Sudan Berangkatkan 27 Jamaah Haji

Khartoum, 28 November 2008,  NU Online

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Khartoum Sudan tahun ini telah berhasil memberangkatkan 27 jamaah haji.

Mereka berasal dari kalangan birokrat, pengusaha profesional yang bekerja di Pertamina, Tentara Negara Indonesia (TNI) yang ditugaskan oleh PBB dan tergabung dalam misi United Nation Mission (UNMIS) di Darfur dan berbagai daerah yang terlibat konflik, dan kalangan mahasiswa serta warga Indonesia yang menetap di Sudan.

Semua urusan administrasi ditangani oleh panitia haji yang telah didirikan oleh PCINU Sudan melalui surat keputusan No. 41 / A-1g / PCI-NU / IX / 2008 tentang Pembentukan Panitia Haji. Kepanitiaan yang selanjutnya menamakan diri dengan nama “Safarina Travel” telah bekerjasama dengan travel Sudan dan pihak-pihak terkait sehingga urusan haji bisa tertangani dengan baik dan mampu melancarkan perjalanan tamu Allah itu.

Jamaah haji dilepas di depan kampus International University of Africa (IUA) pukul 06.00 pagi waktu setempat pada Jum’at (28/11) kemarin.

“Kami melayani perjalanan jamaah haji mulai dari pemberangkatan sampai di Jeddah,” kata Ketua Savarina Travel, DR Badrus Salam menjelang pemberangkatan.

Perjalanan yang memakan waktu tiga hari ini melalui rute darat dan laut, yaitu Khartoum – Port Sudan dengan bis dan Port Sudan – Jeddah dengan kapal laut ‘As-Salam’.

“Kita akan menginap satu malam di Port Sudan,” kata Badrus Salam yang baru menyelesaikan program Doktoral.

H Abdul Wahab Naf’an, Ketua PCINU Sudan yang juga Bendahara Safarina Travel berharap seluruh jamaah haji yang berangkat kali ini dapat menunaikan ibadah haji dengan nyaman.

“Kita berharap para jamaah mendapatkan ridho Allah SWT sehingga menjadi haji mabrur,” katanya kepada kontributor NU Online Karimullah yang juga wakil ketua LTN NU Khartoum Sudan.





Pengajian Al-Hijrah

5 12 2008

Pengajian ‘Al-Hijrah’ Masyarakat Indonesia di Sudan Bincang ‘Kebersihan Hati’

Khartoum, 21 November 2008, NU Online

Pengajian masyarakat Indonesia “Al-Hijrah” yang dikelola oleh Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan kali ini mengangkat tema tazkiyatun nafs, cleaning the heart, atau kebersihan hati.

Pengajian dwimingguan ini diadakan di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum Sudan, dihadiri oleh masyarakat Indonesia dari pelbagai kalangan yang berada di Sudan.

Mengutip sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, Ketahuilah di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh perbuatannya. Dan, apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh perbuatannya. Ketahuilah itu adalah hati. (HR Bukhari dan Muslim).

Jika pemilik hati bisa menjaga kebersihannya dan menghilangkan segala penyakit-penyakitnya, maka pemiliknya akan memancarkan kencantikan rohani. Dan begitu pula sebaliknya.

H Zulham Qudsi Fa yang berlaku sebagai narasumber dalam pengajian di KBRI pada Jum’at (21/11) itu memaparkan beberapa tips agar hati bersih.

Pertama, dianjurkan untuk sering membaca istighfar, meminta ampun kepada Allah SWT. Istighfar mempunyai berbagai macam fadhilah atau keutamaan seperti menghapus dosa kecil, memperlancar rizki, aman dari kejahatan dan menenangkan hati.

Kedua, menutupi kejelekan dengan kebaikan. Rasulullah Saw bersabda “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan ikutikah perbuatan yang jelek dengan kebaikan maka kebaikan itu akan menutup kejelekan, dan berbuat baiklah kepada manusia.”

Manusia pasti tidak akan luput dari kesalahan. Tapi kesalahan itu bisa kita tutupi dengan banyak berbuat kebaikan.

Ketiga, menghilangkan segala penyakit hati. Seperti takabbur (sombong), hasad (dengki), ria (pamer), ujub (berbangga dengan diri sendiri). Apabila kita bisa menjauhi sifat-sifat itu maka hati kita akan senantiasa bersih.

Keempat, membaca surat Al-Insyiroh 11 kali setelah shalat subuh dan shalat ashar.

Acara dilanjutkan dengan pengajian kitab Arba’iin Nawawi karya imam An-nawawi oleh Dr.KH. Baddrussalam Shof, M Ed.

Pada pada potongan hadits ke 23 juga dibahas hadits yang berkaitan dengan kesucian. Diriwayatkan dari Abi Malik Al-harits bin Ashim Al-Asy’ari RA, Rasulullah SAW bersabda: Bersuci itu sebagian daripada Iman.

Pengajian diakhiri dengan shalat maghrib berjamaah. Meski dengan waktu yang singkat ini diharapkan pengajian Al-hijrah tetap istiqomah dijalankan demi melaksanakan perintah dakwah.