PKS Jadi Mainan Baru Amerika

31 12 2008

Gus Iim: PKS Jadi Mainan Baru Amerika

Jakarta, NU Online
Pengamat politik internasional KH Hasyim Wahid (Gus Iim) menyatakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), salah satu partai politik berbasis Islam yang mulai berkembang di Indonesia hanyalah mainan baru Amerika Serikat.

Dikatakannya, keadaan dunia berubah pasca perang dingin. Dunia menjadi kawasan pasar bebas sehingga dikehendakilah masyarakat yang pro pasar. Sementara kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap terlalu nasionalis untuk bisa menyesuaikan diri dengan pasar bebas. ”Maka dimunculkanlah Islam baru yang namanya PKS, yang lebih sesuai dengan pasar global,” katanya.

Gus Iim berbicara dalam acara refleksi akhir tahun bertajuk NU dalam Konstalasi Politik Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau IKA-PMII di aula gedung PBNU Jakarta, Kamis (18/12).

Menurut adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, sebagai organisasi yang berjenjang global, PKS terpolarisasi dalam beberapa kelompok. “Di dalamnya memang retak-retak. Yang satu berkiblat ke Departemen Luar Negeri Amerika, satu lagi terkait dengan DI/TII tapi semuanya Amerika juga,” katanya.

Menurut Gus Iim, reformasi Indonesia sebenarnya tidak ada. Yang ada hanyalah peristiwa penjatuhan Soeharto oleh Amerika Serikat. Menurutnya, pasca perang dingin Amerika sudah tidak perlu lagi “centeng” di beberapa negara, termasuk Soeharto.

“Gelombang demokratisasi itu sebenarnya tidak ada. yang ada adalah cerita bahwa Amerika sedang sibuk membawa pembaharuan pengelolaan ekonomi di negara kaya minyak dan mineral,” katanya.

Bersamaan dengan itu kelompok Islam tradisionalis dan modernis dianggap sudah tidak dibutuhkan.

Dikatakannya, sebelumnya memang dimunculkan dikotomi Islam tradisionalis dan Islam modernis. Islam yang tradisionalis dalam hal ini diwakili oleh Nahdlatul Ulama (NU) disingkirkan. Kelompok yang identik dengan kaum sarungan ini dianggap tidak layak turut serta dalam pembangunan ekonomi sehingga dianggap tidak berhak mendapatkan akses.

Namun, lanjut Gus Iim, meski tak mendapat akses langsung, kelompok tradisionalis bergerak dan berkembang terus. Anak-anak dari kelompok sarungan ini belajar berbagai macam disiplin ilmu, selain ilmu keagamaan, sehingga bisa beraktifitas di mana-mana.

”Orang sekarang kaget melihat orang NU paling rapak ilmunya,” katanya. ”Betapa NU tumbuh dengan luar biasa, tanpa fasilitas negara. Sekarang kalau ada anak NU berusia 30, kalau dikasih kesempatan akan bisa melobi negara di dunia manapun.”

Dalam hal pengembangan teknologi informasi, tambahnya, orang akan kaget melihat peringkat dalam www.alexa.com, situs pemantau rating website seluruh dunia, dimana media informasi NU Online





Khutbah Idul Adha 1429 H

9 12 2008

Khutbah Idul Adha 1429 H

KBRI Khartoum Sudan

Wisma Duta, Senin 8 Desember 2008

Oleh: Azizan Fitriana

الله أكبر (x9)

الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا   لا إله لا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، واعز جنده، وهزم الأحزاب وحده

لا إله إلا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه، ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهد الله فهو المهتد، ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا، أشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد، كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم

وبارك على محمد وعلى ىل محمد، كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم

فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون.

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. أما بعد

Kehadiran kita pagi ini bersamaan dengan kehadiran sekitar empat juta jamaah haji dari segala penjuru dunia yang sedang menyelesaikan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Suara mereka bertaut dengan suara kita, sambung-menyambung di angkasa raya dalam pujian, takbir, tahlil dan tahmid. Ini karena kita semua disatukan dalam nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT, yakni nikmat Iman dan Islam.

Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada baginda besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir masa

Allahu Akbar 3X WaliLlahilhamdu.

Kaum Muslimin RahimakumuLlah.

Pada pagi ini kita bersama-sama memperingati hari yang agung, hari yang istimewa dalam peredaran hidup manusia, hari yang mampu menggugah memori kolektif kita atas perjuangan Rasulullah SAW, dan pengorbanan hidup sang khalilurrahman, Ibrahim AS.

yaitu  ketika ALLAH S.W.T MEMERINTAHKAN beliau untuk MENYEMBELIH ANAK KESAYANGANNYA NABI ISMAIL A.S. SUATU PERINTAH YANG AMAT SUlit DILAKSANAKAN, sebuah perintah yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan hati nuraninya sebagai ayah.

Namun NABI IBRAHIM A.S MELAKSANAKAN PERINTAH ALLAH S.W.T  INI DENGAN PENUH KEYAKINAN DAN KETABAHAN HATI SERTA KEIKHLASAN SEMATA-MATA KERANA ALLAH. KEIKHLASAN INI, MENGATASI PERASAAN RASA SAYANG TERHADAP ANAKNYA SENDIRI.  BEGITU PULA ANAKNYA ISMAIL A.S DENGAN RELA HATI MENYERAHKAN DIRINYA UNTUK DISEMBELIH DEMI MENJUNJUNG PERINTAH ALLAH S.W.T.   

 

MUSLIMIN-MUSLIMAT YANG DIMULIAKAN

 

INILAH PENGORBANAN YANG AMAT TINGGI YANG TELAH DITUNJUKKAN OLEH NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL ALAIHIMASSALAM DALAM SEJARAH kehidupan MANUSIA, KERANA MENDAULATKAN PERINTAH ALLAH S.W.T  kepada MEREKA TANPA sedikitpun RASA RAGU. 

MELIHATKAN IKHLASAN NABI IBRAHIM A.S. ITU MAKA ALLAH S.W.T  MENERIMA AMALANNYA dan digantilah Ismail dengan SEEKOR KIBAS.

                                      الصافات: ١٠٧ – ١١٠

Dan kami tebus ismail dengan seekor sembelihan yang besar, dan kami abadikan peristiwa ini untuk generasi setelahnya, kesejahteraan atas Ibrahim, demikianlah kami member balasan kepada orang-orang yang berbuat baik

Keagungan pribadi nabi Ibrahim dan keteguhannya dalam melaksanakan dawuh Allah SWT, membuat kita harus mampu mengambil keteladanan darinya.

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia” (QS 60:4).

Banyak hal yang harus kita teladani dari Nabi Ibrahim dan keikhlasannya untuk berkorban  untuk kita aplikasikan dalam realitas kehidupan, apalagi bagi kita, kaum muslimin bangsa Indonesia yang masih harus terus berjuang untuk mengatasi berbagai persoalan besar yang menghantui kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Salah satu hikmah terpenting dari pengorbanan Ibrahim yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan bangsa saat ini, yaitu semangat dan keikhlasan untuk berkorban. Semangat untuk berkorban dengan tanpa pamrih. Apalagi saat ini kita menyaksikan betapa bangsa dan negara kita tengah dilanda berbagai cobaan yang seperti tak pernah mau henti.

Belum lagi kita bisa bangun dari hantaman krisis moneter, gelombang bencana alam datang silih berganti.  Di mulai dari tsunami, kemudian disusul gempa bumi yang ngantri satu persatu ingin mengguncang seluruh pelosoK tanah air, kemudian banjir, tanah longsor, dan  lumpur panas yang masih mengganas.

Belum juga kita bisa bangkit dari ketrpurukan akibat bencana alam, sebuah bencana baru datang lagi, sebuah bencana berskala global.

Globalisasi dan kapitalisme yang semula menghembuskan angin kemajuan Ilmu dan Teknologi serta kemapanan ekonomi, kini sedang memuntahkan sampahnya, yaitu dengan adanya ancaman global warming (pemanasan global) dan munculnya krisis ekonomi global.

  ﯿ                                                           الروم 41

telah nampak kerusakan di darat dan di laut, disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat dari perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jaln yang benar….

 

COBAAN DAN MUSIBAH TIDAK HANYA MENGHANCURKAN SENDI-SENDI BANGUNAN FISIK BANGSA KITA

MORAL DAN BUDAYA BANGSA KITA IKTU PORAK PORANDA

FILM-FILM INDONESIA SUDAH BERANI MENGOBRAL ADEGAN MESUM SECARA TERBUKA

TONTONAN YANG DAHULU TIDAK BOLEH DILIHAT ANAK-ANAK ITU, SEKARANG BUKAN HANYA DILIHAT, TAPI BAHKAN DIPERANKAN OLEH ANAK-ANAK

AKIBATNYA TERJADI PERGESERAN NILAI DAN NORMA SOSIAL YANG HEBAT

PERZINAHAN DIANGGAP BIASA SAJA

pergaulan bebas dan seks pra nikah sudah menjadi pemandangan yang lumrah

Kebejatan moral seperti itu masih diperparah oleh perilaku SEBAGIAN ELIT bangsa yang bobrok.

korupsi, manipulasi, penipuan dan penyalahgunaan jabatan MASIH MEMBUDAYA.

IRONISNYA, HAMPIR SEMUA PELAKUNYA ADALAH MEREKA YANG BERPECI, BAHKAN TAK SEDIKIT YANG BERGELAR HAJI

 

mAKA SUNGGUH BENAR APA YANG DITAKUTKAN RASULULLAH SAW;

 

إذا اقترب الزمان كثرت التجارة وكثر المال وعظم رب المال وكثرت الفاحشة وكثر النساء وجار السلطان ويكثر أولاد الزنا حتى إن الرجل ليغشى المرأة على قارعة الطريق … أو كما قال رسول الله ( الطبراني) ‏

 

Apabila akhir zaman semakin dekat maka jayalah dominasi perdagangan, harta kekayaan melimpah, para pemilik modal diagungkan, kemesuman merajalela, perempuan smakin banyak, penguasa berbuat zalim, membiaknya anak-anak zina, sampai-sampai orang bisa menyetubuhi perempuan di tengah jalan, (HR, Thabrani)

 

Disinilah semangat, dan jiwa-jiwa pengorbanan Ibrahim sedang kita butuhkan

semangat itu harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat, dari semua tingkatan

Semangat berkurban terutama harus ditunjukkan oleh para pemimpin dan kaum elit negeri ini. Mereka harus segera menunjukkan kesungguhannya untuk membenahi negeri dengan penuh tanggung jawab.

كل راع مسئول عن رعيته

 

Mereka harus berani berkorban dengan jabatannya demi rakyat, bukan mengorbankan rakyat demi jabatan.

mereka harus berani berkorban di atas kursinya demi rakyat, bukan berjuang di atas rakyat demi kursi.

begitu juga para pejabat, pamong praja, pengemban amanat ummat

mereka harus sadar, bahwa jabatan adalah amanat

dan penyalah gunaan jabatan, atau kelalaian dalam tugas adalah pengkhianatan kepada umat

 

Apalagi saat ini kita tengah menyongsong pemilu

Maka kita harus MENCARI pemimpin berjiwa Ibrahim, pemimpin yang tidak bertindak otoriter, pemimpin YANG menjunjung nilai-nilai demokratis, tidak selalu memberikan perintah-perintah, tetapi juga harus mendengarkan aspirasi rakyatnya,

seperti yang di teladankan Ibrahim ketika bertanya kepada anaknya sebelum menyembelihnya:    

MEMILIH PEMIMPIN HARUSLAH HATI-HATI

KARENA KESALAHAN DALAM MEMILIH PEMIMPIN, AKIBATNYA AKAN KEMBALI KEPADA KITA

APABILA KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG BURUK, MAKA BURUKLAH NASIB KITA

67) ) وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلاَ

68) ) رَبَّنَا ءَاتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا     )الأحزاب: 66-68)

“ Dan mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan kebenaran. Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.

 

Pilihlah pemimpin yang bukan pemimpi

Dan jangan pilih pemimpi jadi pemimpin

 

 

Semangat berkorban juga harus ditunjukkan oleh rakyat

Dengan kerelaannya untuk dipimpin

Untuk selalu loyal dan patuh kepada pemimpin

meskiipun terkadang berbeda pendapat

Rakyat yang membawa jiwa-jiwa Ismail

Ketika berkata        ﰍﰎ              

duhai ayah laksanakan apa yang telah diperintahkan, insya allah aku termasuk orang-orang yang sabar

 

rakyat yang mau diajak berjuang bersama-sama

bukan rakyat yang hanya bisa menuntut

sbagaimana rakyat musa, ketika sudah dikaruniai manna dan salwa, mereka menuntut yang lebih

                                               البقرة: ٦١

ketika mereka berkata: wahai musa, kami tidak akan pernah puas hanya dengan satu macam makanan, maka berdoalah kepada tuhanmu supaya dia mengeluarkan bagi kami apa yang tumbuh dari bumi; yaitu syur mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya dan bawang merahnya…

 

namun ketika mereka diajak berjuang, mereka berkata

                المائدة: ٢٤

pergilah engkau bersama tuhanmu wahai musa, dan berperanglah kamu berdua, kami hanya duduk menanti disini saja…

 

tapi, jadilah rakyat rasulullah saw, para sahabat, saat peperangan badar, mereka berkata:

pergilah engkau bersama allah wahai muhammad, dan kami akan berjuang bersama kalian.

 

selalu ikut berperan aktif dalam pembangunan

kalaupun kebetulan ia berada pada posisi berseberangan dengan pemimpin, ia akan memberikan kritik konstruktif, bukan kritik destruktif

 

partisipasi rakyat dalam pemilu, juga merupakan pengorbanan yang bernilai pahala

karena pemilu merupakan rukun iman kenegaraan yang harus di imani oleh setiap warga negara

ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب

 

aLLAHU AKBAR 3X WALILLAHILHAMDU

 

Jiwa-jiwa pengorbanan, lebih-lebih harus dimiliki oleh para kader bangsa

Para mahasiswa, calon pemimpin masa depan

Mereka harus mengorbankan masa mudanya untuk berkarya nyata

Menjauhi aktivitas-aktivitas mengumbar kesenangan dan gelora darah mudanya

Untuk selalu giat berkreasi bukan ber-rekreasi

UNTUK MENJADI SOLUSI, BUKAN MENJADI POLUSI

BUKAN HANYA PANDAI ORASI, TAPI JUGA GIAT BERAKSI

Yang selalu peka pada isu-isu aktual seperti global warming

Bukan yang terlena didepan film gombal warning

Yang selalu buka mata buka telinga, bukan yang tertawa lebar didepan tayangan empat mata

 

menjaga citranya sebagai insan akademis

dengan selalu mengoptimalkan peran strategisnya sebagai agen of change bukan agen of chengeng

tidak menenggelamkan dirinya dalam ROMANTISME

PERCINTAAN GAYA REMAJA YANG SERING KALI BERAKHIR PADA SATU PERTANYAAN, ADA APA DENGAN CINTA?

KALAUPUN HARUS BERCINTA, IA TIDAK AKAN MEMILIH jalan CINTA ALA HOLLYWOOD, TETAPI jalan CINTA ALA HOLY BOOK (kitab suci), YANG MENJUNJUNG AYAT-AYAT CINTA, DAN MENEMPATKANNYA SESUAI AJARAN ILAHI, sampai BERAKHIR PADA SATU TITIK SUCI: KETIKA CINTA BERTASBIH.

 

Allahhu Akbar 3x wa lillahilhamdu

 

Maka seyogyanya, ibadah haji, peringatan idul adha dan pelaksanaan ibadah korban tidak dipahami sebagai rentetan ritual manasik mahdloh saja, tetapi harus dipahami sebagai pengejawantahan manasik social yang bisa dirasakan melalui karya nyata sarat manfaat, demi terwujudnya islam Rahmatan lil’alamin.

sebagai pribadi muslim, hendaknya, setiap perayaan hari raya

dimanfaatkan untuk muhasabah, melihat diri sendiri

sudah ada perubahankah pada diri kita

dari yang buruk menjadi baik

dari baik menjadi lebih baik

bagaimana kualitas keimanan kita

bagaimana salat kita

semakin dekatkah kita dan keluarga kita dengan allah

jika tidak demikian, maka hari raya tetap akan menjadi hari raya, sebuah rutinitas kosong tanpa makna

Demikian halnya ibadah korban, bukan semata-mata menyembelih hewan korban. Sebab Allah berfirman

                                  

Sekali-kali tidak akan sampai daging dan darah hewan korban itu kepada Allah, tapi Ketaqwaan kalianlah yang akan sampai kepadaNya.

 

Tapi harus ada usaha untuk mengambil hikmah dan suri tauladan yang telah di wariskan oleh Ibrahim dan Ismail Alihimassalam

 

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

واستغفروا ربكم إنه كان غفارا

 

 

 

 

 

 

 

 

الله أكبر (x7)

الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا   لا إله لا الله وحده، ولا نعبد إلا إياه، ولو كره المشركون، ولو كره الكافرون لا إله إلا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستهديه، ونستغفره ونتوب إليه، ونؤمن به، ونتوكل عليه، ، أشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.

فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

Dalam konteks dunia Islam saat ini, pengorbanan umat Islam di berbagai belahan dunia terlihat nyata di Palestina, Kashmir, Thailand Selatan, dan Philipina Selatan. Dengan sikap dan keyakinan mereka terhadap Islam, mereka harus mengalami berbagai penyiksaan dan penindasan oleh penguasa. Umat Islam di Palestina menjadi gambaran betapa pengorbanan yang dipikul sangat berat. Mereka mengalami penyiksaan, penganiayaan, dan bahkan blokade di kawasan Jalur Gaza oleh Israel laknatullah. Maka Apa yang bisa persembahkan untuk mereka. Mungkin tangan-tangan kita tidak bisa menolong mereka, tapi kita masih punya lisan untuk menyuarakan dukungan solidaritas, kita punya hati untuk memanjatkan doa bagi mereka

إن الله وملائكته يصلون على النبي يا ىيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اللهم فصل على محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم وسلم تسليما كثيرا

 

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأحياء منهم والأموات

اللهم اغفر لنا ذنوبنا وإسرافنا في أمرنا وثبت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين

اللهم اغفر لنا ولوادينا وارحمهم كما ربونا صغارا

اللهم اهد المسلمين 3

اللهم اهد بنا واهد الناس جميعا واجعلنا سببا لمن اهتدى

 

اللّهمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الإيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

اللهم وفقنا إلى فعل الخيرات وترك المنكرات

اللهم إنا نسألك ونتوجه اليك أن تنصر الإسلام وتعز المسلمين , اللهم أعلّ بفضلك كلمتى الحق والدين،  اللهم احفظ بلادنا إندونسيا ووالسودان وسائر بلاد المسلمين من الخرب و الدمار، اللهم اهد حكامنا إلى ما تحبه وترضاه , اللهم إنا نسئلك أن تجمعهم على دينك , وان توحّد بين صفوفهم تحت راية قرآنك ومنهجك نبيك , 

 

اللهم انصر إخواننا المسلمين، اللهم انصر إخواننا المجاهدين، إنهم قتلوا وشردوا وأخرجوا من ديارهم وأموالهم

اللّهمَّ أَعِزَّ الإسْلاَمَ وَالمسلمين وَأَذِلَّ الشِّرْكَ والمشركين وَدَمِّرْ أعْدَاءَ الدِّينِ وَاجْعَلْ دَائِرَةَ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ يا ربَّ العالمين

 

اللهم فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ إنَّكَ رَبُّنَا عَلَى كلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ يَا رَبَّ العالمين

 

ربنا عليك توكلنا وإليك أنبنا وإليك المصير

رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

 

إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون، ولذكر الله أكبر





Buletin ‘Idul Adha

9 12 2008

Introspeksi Diri

di Hari Raya ‘Idul Adha

Oleh: Irsal

 

            نحن نقص عليك أحسن القصص

 

             Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik. (Qs.Yusuf:3).

     Manusia yang mengerti akan tugas hidup di dunia akan selalu mengambil pelajaran dari apa yang telah ia perbuat pada masa lalunya. Pengalaman adalah guru yang terbaik, begitulah kata pepatah. Kalau kita mau bercermin pada pengalaman, maka kita mempunyai modal untuk memperbaiki diri dan meningkatkan prestasi. Prestasi bukan hanya sebatas keberhasilan yang didapat, tetapi prestasi adalah keberhasilan dalam menjalankan misi ibadah yang dilakukan secara kontinuitas. Karena tidak sepantasnya bagi seorang muslim terperosok ke jurang yang kedua kalinya. Dalam arti bahwa hidup itu harus hati-hati. Jika kita mempunyai pengalaman menjadi orang miskin dan sekarang menjadi orang yang mempunyai kecukupan harta, maka berempatilah terhadap sesama.

Keberhasilan hidup akan mudah diraih jika kita selalu mengerti dan memahami siapakah diri kita sebenarnya. Semua manusia sama dihadapan Allah, hanya nasib yang membedakan kita. Oleh karena itu, jadikan ketakwaan sebagai prioritas utama dalam segala hal. Dalam hal ini ada suatu kisah yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu: “orang kusta, orang botak dan orang buta.” Allah ingin menguji mereka. Maka diutuslah kepada mereka seorang Malaikat, lalu Malaikat itu mendatangi orang yang berpenyakit kusta. Malaikat itu bertanya: “Apa yang paling kamu sukai?” Dia menjawab: “Warna kulit yang baik, dan hilang dariku yang telah membuat orang-orang menjauh dariku.” Maka Malaikat itu mengusapnya sehingga  kotorannya hilang, dan diberinya warna kulit yang baik. Lalu Malaikat itu bertanya lagi, “Harta apa yang paling kamu sukai?” Dia menjawab: “Unta”. Maka diberinya unta betina yang banyak air susunya. Lalu Malaikat itu berkata:    “Semoga Allah memberkahi dengan unta ini.”

  Lalu Malaikat itu mendatangi orang yang botak, Malaikat itu bertanya kepadanya: “Apa yang paling kamu  sukai?” Dia menjawab: “Rambut yang bagus dan hilang dariku yang telah membuat orang-orang menjauh dariku.” Malaikat itu mengusapnya, maka hilang kebotakan itu darinya dan diberi dia rambut yang bagus. Lalu Malaikat itu bertanya lagi: “Harta apa yang paling kamu   sukai?” Dia menjawab: “Sapi”. Maka diberinya dia sapi yang hamil, lalu Malaikat itu berkata: “Semoga Allah memberkati dengan sapi betina ini.” Kemudian Malaikat itu mendatangi orang yang buta, Malaikat itu bertanya: “Apa yang paling kamu sukai?” Orang buta itu menjawab: “Aku ingin Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat manusia.” Lalu Malikat itu mengusapnya. Maka penglihatannya pun kembali pulih kepadanya. kemudian Malaikat itu bertanya lagi, “Harta apa yang  paling  kamu  sukai?”  Dia menjawab:  “Domba”. Maka  diberinya dia seekor domba beranak. Rasulullah SAW bersabda: “Lalu orang yang tadinya berpenyakit kusta itu memiliki unta yang memenuhi lembah, orang yang tadinya botak itu memiliki sapi yang memenuhi lembah, dan orang yang tadinya buta itu memiliki domba yang memenuhi lembah.” Rasulullah SAW bersabda: “Lalu Malaikat itu mendatangi orang yang tadinya berpenyakit kusta dengan penampilan dan rupa orang yang berpenyakit kusta, dia berkata: “Aku adalah orang miskin yang telah kehabisan bekal dalam perjalananku ini, maka aku tidak akan bertahan hidup hari ini kecuali dengan bantuanmu.” Maka dia menjawab: “Aku mempunyai kewajiban yang banyak sekali.” Maka Malaikat yang menjelma dalam rupa orang miskin tadi  berkata kepadanya: “Sepertinya aku mengenalmu, bukankah kamu itu orang yang tadinya punya penyakit kusta? lalu orang menjauhimu  karena jijik dan fakir. kemudian Allah memberimu kekayaan?” Dia menjawab: “Sebenarnya harta ini warisan dari nenek moyangku secara turun temurun. Maka laki-laki miskin itu (Malaikat) berkata lagi: “Apabila kamu bohong, maka Allah akan menjadikanmu seperti keadaan yang semula.”

     Kemudian Malaikat itu mendatangi orang yang tadinya botak itu dengan penampilan orang botak. Lalu dia mengatakan  hal yang sama dengan yang ia  katakan kepada orang yang tadinya berpenyakit kusta. Orang yang tadinya berpenyakit botak menolaknya, sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang tadinya berpenyakit kusta. Maka    Malaikat itu berkata: “Apabila kamu bohong, maka Allah akan menjadikanmu seperti yang semula.” Dan Malaikat itu juga mendatangi orang yang tadinya buta    

 dengan penampilan orang buta, ia berkata: “Aku adalah orang miskin       

yang sedang mengadakan

perjalanan, bekal perjalananku

telah habis, dan aku tidak ber-

tahan hidup hari ini kecuali dengan

bantuan Allah dan bantuanmu. Aku memohon kepadamu dengan yang telah mengembalikan penglihatanmu, untuk memberikan seekor domba biar aku bisa sampai tujuan.” Maka yang tadinya buta itu menjawab: “Aku tadinya adalah orang yang buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku, maka ambilah sesukamu. Demi Allah, tidakkah aku memberimu sesuatu yang aku ambil hari ini kecuali karena Allah.” Maka Malaikat (yang menjelma jadi rupa orang yang buta itu) berkata: “Peganglah hartamu karena yang tadi  hanyalah ujian bagi kalian.” Allah telah meridhaimu, dan Dia telah murka kepada kedua kawanmu (orang yang tadinya berpenyakit kusta dan botak). [HR. Muslim]. 

Allah akan menguji kita dengan     kebaikan dan kejelekan supaya diketahui siapa yang paling baik amalnya. “Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja mengatakan kami telah beriman, padahal mereka belum diuji. Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum kamu, maka Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang yang dusta.” (Qs. Al-’Ankabut: 2-3).

      Apa pun yang kita miliki, semuanya hanyalah titipan dari Allah. Tidak ada hari tanpa selalu mengerjakan yang bermanfaat untuk diri, keluarga juga masyarakat. Itulah cermin pribadi yang sukses. Sukses tidak hanya identik dengan materi, tetapi kesuksesan seseorang bisa dilihat bagaimana ia bisa mempersiapkan amal saleh untuk bekal di hari nanti (akhirat).  “Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan banyak manfaat kepada sesamanya.”  [HR.Bukhari].





Pemberangkatan Jamaah Haji NU

5 12 2008

PCINU Sudan Berangkatkan 27 Jamaah Haji

Khartoum, 28 November 2008,  NU Online

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Khartoum Sudan tahun ini telah berhasil memberangkatkan 27 jamaah haji.

Mereka berasal dari kalangan birokrat, pengusaha profesional yang bekerja di Pertamina, Tentara Negara Indonesia (TNI) yang ditugaskan oleh PBB dan tergabung dalam misi United Nation Mission (UNMIS) di Darfur dan berbagai daerah yang terlibat konflik, dan kalangan mahasiswa serta warga Indonesia yang menetap di Sudan.

Semua urusan administrasi ditangani oleh panitia haji yang telah didirikan oleh PCINU Sudan melalui surat keputusan No. 41 / A-1g / PCI-NU / IX / 2008 tentang Pembentukan Panitia Haji. Kepanitiaan yang selanjutnya menamakan diri dengan nama “Safarina Travel” telah bekerjasama dengan travel Sudan dan pihak-pihak terkait sehingga urusan haji bisa tertangani dengan baik dan mampu melancarkan perjalanan tamu Allah itu.

Jamaah haji dilepas di depan kampus International University of Africa (IUA) pukul 06.00 pagi waktu setempat pada Jum’at (28/11) kemarin.

“Kami melayani perjalanan jamaah haji mulai dari pemberangkatan sampai di Jeddah,” kata Ketua Savarina Travel, DR Badrus Salam menjelang pemberangkatan.

Perjalanan yang memakan waktu tiga hari ini melalui rute darat dan laut, yaitu Khartoum – Port Sudan dengan bis dan Port Sudan – Jeddah dengan kapal laut ‘As-Salam’.

“Kita akan menginap satu malam di Port Sudan,” kata Badrus Salam yang baru menyelesaikan program Doktoral.

H Abdul Wahab Naf’an, Ketua PCINU Sudan yang juga Bendahara Safarina Travel berharap seluruh jamaah haji yang berangkat kali ini dapat menunaikan ibadah haji dengan nyaman.

“Kita berharap para jamaah mendapatkan ridho Allah SWT sehingga menjadi haji mabrur,” katanya kepada kontributor NU Online Karimullah yang juga wakil ketua LTN NU Khartoum Sudan.





Pengajian Al-Hijrah

5 12 2008

Pengajian ‘Al-Hijrah’ Masyarakat Indonesia di Sudan Bincang ‘Kebersihan Hati’

Khartoum, 21 November 2008, NU Online

Pengajian masyarakat Indonesia “Al-Hijrah” yang dikelola oleh Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan kali ini mengangkat tema tazkiyatun nafs, cleaning the heart, atau kebersihan hati.

Pengajian dwimingguan ini diadakan di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum Sudan, dihadiri oleh masyarakat Indonesia dari pelbagai kalangan yang berada di Sudan.

Mengutip sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, Ketahuilah di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh perbuatannya. Dan, apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh perbuatannya. Ketahuilah itu adalah hati. (HR Bukhari dan Muslim).

Jika pemilik hati bisa menjaga kebersihannya dan menghilangkan segala penyakit-penyakitnya, maka pemiliknya akan memancarkan kencantikan rohani. Dan begitu pula sebaliknya.

H Zulham Qudsi Fa yang berlaku sebagai narasumber dalam pengajian di KBRI pada Jum’at (21/11) itu memaparkan beberapa tips agar hati bersih.

Pertama, dianjurkan untuk sering membaca istighfar, meminta ampun kepada Allah SWT. Istighfar mempunyai berbagai macam fadhilah atau keutamaan seperti menghapus dosa kecil, memperlancar rizki, aman dari kejahatan dan menenangkan hati.

Kedua, menutupi kejelekan dengan kebaikan. Rasulullah Saw bersabda “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan ikutikah perbuatan yang jelek dengan kebaikan maka kebaikan itu akan menutup kejelekan, dan berbuat baiklah kepada manusia.”

Manusia pasti tidak akan luput dari kesalahan. Tapi kesalahan itu bisa kita tutupi dengan banyak berbuat kebaikan.

Ketiga, menghilangkan segala penyakit hati. Seperti takabbur (sombong), hasad (dengki), ria (pamer), ujub (berbangga dengan diri sendiri). Apabila kita bisa menjauhi sifat-sifat itu maka hati kita akan senantiasa bersih.

Keempat, membaca surat Al-Insyiroh 11 kali setelah shalat subuh dan shalat ashar.

Acara dilanjutkan dengan pengajian kitab Arba’iin Nawawi karya imam An-nawawi oleh Dr.KH. Baddrussalam Shof, M Ed.

Pada pada potongan hadits ke 23 juga dibahas hadits yang berkaitan dengan kesucian. Diriwayatkan dari Abi Malik Al-harits bin Ashim Al-Asy’ari RA, Rasulullah SAW bersabda: Bersuci itu sebagian daripada Iman.

Pengajian diakhiri dengan shalat maghrib berjamaah. Meski dengan waktu yang singkat ini diharapkan pengajian Al-hijrah tetap istiqomah dijalankan demi melaksanakan perintah dakwah.

 

 

 





Bimbingan Haji

5 12 2008

PCINU Sudan Adakan Pelatihan Pembimbing Jama’ah Haji

Khartoum, 15 November 2008, NU Online
Setelah membentuk panitia haji yang selanjutnya diresmikan menjadi “Safarina Travel” pada pertengahan Ramadhan 1429 H lalu, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan akan mengadakan Pelatihan Pembimbing Haji untuk warga negara Indonesia di Sudan.

Pelatihan direncanakan dimulai pada 15 November di Wisma Nahdiyah di Kampung Ma’muroh Khartoum, yang akan dipandu oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan KH M Amiruddin Muhson, dan beberapa pengurus NU lainnya yakni KH Zulham Qudsi, KH M Azizan Fitriana, dan Ustadz Masrichin Mawist.

“Tahun-tahun sebelumnya PCINU hanya mengadakan manasik haji, namun tahun ini juga diadakan pelatihan pembimbing haji,” kata Direktur Safarina Travel KH Moh. Badrussalam Shof setelah memimpin acara Istighotsah di Ruang serbaguna Wisma PCINU Sudan, Kamis (6/11)

Safarina Travel sendiri selain menjadi sebuah badan usaha yang bergerak pada bidang penanganan pengurusan ibadah haji dan umroh juga dirilis menjadi biro perjalanan seperti pada umumnya.

Setelah pelatihan pembimbing haji selesai, PCINU Sudan melalui Safarina Travel akan memberikan sertifikat bagi peserta yang betul-betul mumpuni, dan setelah melalui beberapa tahap ujian. Sertifikat ini diharapkan bisa berguna di Indonesia, sebagai bukti pernah mengikuti pelatihan menjadi pembimbing ibadah haji.

Sementara itu acara istighotsah di Wisma PCINU Sudan diikuti segenap calon jamaah haji dan warga Nahdiyin, dengan harapan calon jamaah haji dimudahkan segala urusannya. Doa akhir istighotsah dipimpin oleh H Abd Wahab Naf’an, Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan.





Kunjungan Ke Mustayar (Prof.Sulaiman)

5 12 2008

Pengurus Baru NU Sudan Temui Prof Sulaiman Usman

Khartum, 13 November 2008, NU Online

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Khartum Sudan yang baru saja dilantik menemui Prof DR Sulaiman Usman Muhammad, Rektor University of Holly Quran and Islamic Science, Sudan. Silaturahim ini merupakan upaya menjalin hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh Sudan. Prof Sulaiman adalah Mustasyar atau penasihat PCINU Sudan.

Rombongan dipimpin oleh Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan H Abdul Wahab Naf’an berserta Wakilnya H Mirwan Akhmad Taufiq, Wakil Rais Syuriyah Zulham Qudsi FA, serta koordinator Lembaga Dakwah Abdussalam.

Rombangan pengurus beranjak dari Khartum menuju University of Holly Quran and Islamic Science di Umdurman pada Kamis ((13/11) lalu. Selama setengah jam rombongan melewati jembatan yang melintas di atas pulau Tuti yang berada di tengah-tengah sungai Nil yang seperti oase kesejukan di tengah panasnya udara padang pasir benua Afrika.

Sesampai tujuan, rombongan ini disambut oleh Sekretaris Pribadi Prof Sulaiman Usman dengan sambutan yang akrab dan hangat. Sekretaris Rektor yang bernama Ustadz Hasan itu berkata, “Saya sangat mengagumi sopan santun para mahasiswa dari Indonesia.”

Sejenak kemudian para rombongan dipersilahkan untuk menemui Prof Sulaiman yang pernah berkunjung ke Indonesia itu.

Dalam pertemuan itu Prof Sulaiman berpesan kepada para pangurus NU Sudan yang masih berstatus sebagai mahasiswa untuk bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu agar menjadi ilmuan yang tinggi derajat keilmuannya. “Dalam hal ini memang memerlukan fokus dan serius dalam muthola’ah kitab dan buku,” katanya.

Ulama terkemuka Sudan itu juga berpesan, dakwah bil hal atau dakwah dengan perilaku lebih berkesan dari pada bil maqol atau sekedar ceramah dan berpiadato. Sementara itu, lanjutnya, memeberi tauladan dengan melakukan kebaikan lebih baik daripada sekedar melontarkan kata-kata ajakan semata.

beliau juga menambahkan“kita harus selalu memperhatikan kepentingan umat islam secara menyeluruh,tidak terbatas pada satu kelompok tertentu saja” katanya.





Pelantikan Dan Raker

5 12 2008

 

PCINU Sudan Periode 2008-2009 Dilantik

Khartoum,  07 November 2008,  NU Online

Setelah pada 18 Oktober yang lalu Konferensi VIII berlangsung dengan sukses dan tanpa ada hambatan, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Khartum Sudan mengadakan acara Pelantikan kepengurusan baru periode 2008-2009 di Wisma Nahdhiyyin, Khartoum, Jum’at (7/11) lalu.

Selain pelantikan dan pergantian kepemimpinan PCINU Sudan, acara bertema Meningkatkan Semangat Kebersamaan Dalam Mengembangkan Sumber Daya Manusia Warga Nahdhiyin itu dirangkai dengan dan rapat kerja (raker) pengurus baru.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran kepengurusan baik mustasyar, syuriyah, tanfidziyah, lembaga, serta badan otonom PCINU Sudan. Selain itu hadir pula tamu dari luar seperti Bapak Ir H Abdul Qohar, para Staf Pertamina, para Home Staf dan Lokal staf KBRI, Ibu-ibu Dharma Wanita, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia dan seluruh warga dan simpatisan NU.

Ketua Panitia Pelantikan dan Raker H Mohammad Sholihuddin Dimyati Al-Qoyyuni dalam sambutannya berpesan kepada Pengurus PCINU Khartum Sudan Masa Khidmat 2008-2009 agar bersungguh-sungguh dan bekerja keras dalam melaksanakan progam-progam PCINU yang telah diamanatkan dalam konferensi.

Dikatakannya, PCINU Khartum Sudan akan menghadapi hambatan dan tantangan yang lebih besar. “Diperlukan sikap yang arif dan bijaksana untuk menyelesaikan problem-problem baik yang muncul dari dalam maupun dari luar,” kata pemuda asal Kediri Jatim yang baru saja menyelesaikan studi S1 tahun ini di International University of Africa.

Rais Syuriah PCINU Khartum Sudan, H M. Amiruddin pada kesempatan yang sama mengajak kepada seluruh pengurus yang dilantik untuk benar benar menjalankan tugasnya masing masing. Dikatakannya, setiap posisi atau jabatan tidak menunjukkan tinggi dan rendah. “Ketua atau Koordinator ataupun anggota itu mempunyai tanggung jawab yang sama,” tambahnya.

Setelah pelantikan usai, acara dilanjutkan dengan raker yang hal ini hanya diikuti oleh pengurus PCINU Khartum Sudan yang telah dilantik. Satu minggu sebelum raker semua lembaga dan lajnah serta badan otonom NU telah mengadakan pra-raker, sehingga acara raker yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah terpilih H Abdul Wahab Nafan, tinggal mematangkan dan menajamkan lagi progam-progam kerja yang telah disepakati bersama.

Ketua Tanfidziyah yang baru saja dilantik ini berharap seluruh pengurus bisa kompak dan saling membantu antara satu dengan yang lainnya. “Jangan ada saling lempar tanggung jawab, agar kita mampu menjadikan sesuatu yang sulit menjadi mudah dan menjadikan sesuatu yang mustahil menjadi mungkin,” katanya.

Lembaga dan lajnah yang terbentuk diantaranya Lembaga Dakwah, Lembaga Perekonomian, Lajnah Ta’lif wa Nasyr, Lakpesdam dan Lajnah Bahtsul Masail yang merupakan Lembaga yang baru terbentuk pada periode ini.

Acara pelantikan dan reker itu ditutup dengan doa oleh Wakil Syuriyah terpilih H Zulham Qudsi FA.





Konferensi ke VIII PCI NU Khartoum Sudan

5 12 2008

M. Amiruddin-Abdul Wahab Pimpin NU Sudan

Khartoum, NU Online

HM. Amiruddin dan H. Abdul Wahab Naf’an akhirnya terpilih sebagai Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan dalam Konferensi VIII PCINU Sudan, Sabtu 18 Oktober 2008 lalu bertepatan dengan tanggal 19 Syawal 1429 H.

Konferensi bertempat di ruang serba guna KBRI Khartoum Sudan, dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Sudan dan Eretria H Tajuddien Noor Bolimalakalu, Presiden Direktur Munadzomah Ri’ayatuttullab al Wafidin Syekh Abdullah Makki Shodiq, dan Mustasyar PCINU Khartoum Sudan Dr Muhammad Sulaiman Muhammad Ali.

Ketua Panitia Konferensi, HM. Sholihuddin Al-Qoyyuni, dalam sambutannya berpesan kepada para peserta konferensi untuk memilih ketua yang bertanggung jawab dan berwawasan luas. “PCINU Sudan menghadapi tantangan yang semakin berat. Pilihlah orang yang tepat,” tegasnya sebelum pemilihan.

Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Sudan H Tajuddien Noor Bolimalakalu memberi apresiasi yang tinggi atas kemajuan PCINU Khartoum Sudan dalam mengembangkan dakwah Islam.

“Saya menghimbau kepada PCINU Khartoum Sudan untuk memperluas hubungan antara PCINU dengan instansi instansi pemerintah atau non pemerintah di Negeri Dua Nil ini,” katanya.

Selain memilih pemimpin baru, konferensi VIII membahas tata keorganisasian PCINU Sudan, program kerja dan taushiyah untuk kepengurusan 2008-2009.

HM. Amiruddin, dan H Abdul Wahab Naf’an akan memimpin PCINU Sudan pada periode kepengurusan 2008-2009.





5 12 2008

“PCINU Sudan Tingkatkan Hubungan Bilateral Indonesia-Sudan”

 

 Khartoum, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan akan mengintensifkan kerjasama dengan pemerintah Sudan dalam berbagai bidang. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Sudan.

“PCINU Sudan akan selalu meningkatkan proses kerjasama dalam pelbagai bidang pendidikan, dakwah, dan pelatihan-pelatihan serta menghubungkan Pengurus Besar (PB) NU dengan pemerintah Sudan untuk menjalin hubungan bilateral dengan bangsa Indonesia,” kata Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan Mirwan Ahmad Taufiq.

Dalam rapat pleno persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) VIII di kantor PCINU, Khaurtoum, Sabtu (13/9), Mirwan Ahmad menyatakan, warga NU di Sudan sedang bersemangat untuk memajukan dan memperkenalkan NU ke dunia Internasional.

Rapat perdana itu diikuti oleh organizing committee yang sebagian besar adalah mahasiswa. Rapat dipimpin langsung oleh ketua panitia konferensi, Mohammad Sholihuddin Al-Qoyyuni Dimyati, mahasiswa tingkat akhir di IUA Fakultas Syariah.

Rapat tersebut membahas rancangan kerja panitia agar tugas-tugas panitia berjalan sesuai dengan program PCINU Sudan ke depan. Banyak ide-ide baru dan pendapat yang muncul dari para peserta rapat, terutama dalam rangka meningkatkan peran NU di tingkat International.

Konfercab VIII PCINU Sudan rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober mendatang, tepatnya 18 Oktober 2008. Konfercab dilaksanakan di ruang serbaguna Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum.

Agenda rutin tahunan itu merupakan puncak dari semua program kerja PCINU Sudan yang menandakan berakhirnya kepengurusan tahun ini dan akan dilanjutkan oleh kepengurusan baru.